JAKARTA – Pandemi Covid-19 menekan keuangan perusahaan BUMN. Bahkan banyak perusahaan BUMN yang kini terlilit utang. Tercatat, ada 6 (enam) BUMN yang memiliki utang besar. Lantas, BUMN-BUMN mana saja?
Berikut fakta-fakta utang BUMN terungkap yang dirangkum di Jakarta, Minggu (12/12/2021).
Baca Juga: Harus Bantu Rakyat, Erick Thohir: BUMN Bukan Eranya Menara Gading
1. PT PLN (Persero)
Di posisi pertama, ada PT PLN (Persero) dengan utang Rp500 triliun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah efisiensi dengan refocusing anggaran.
2. PT Garuda Indonesia Tbk
PT Garuda Indonesia Tbk menyusul di posisi kedua. Utang Rp139 triliun yang ditanggung maskapai penerbangan ini disinyalir disebabkan oleh mahalnya sewa pesawat, korupsi, hingga kesalahan berbisnis.
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Sigit Muhartono Jadi Dirut Perikanan Indonesia
3. PT Krakatau Steel Tbk
Seperti halnya Garuda Indonesia, utang PT Krakatau Steel Tbk juga disebabkan oleh tindakan korupsi. Kini, perusahaan itu terancam bangkrut dengan utang Rp31 triliun.
4. Holding Perkebunan Nusantara
Manajemen PT Perkebunan Nusantara atau PTPN III mengakui utang perseroan mencapai Rp45,3 triliun. Sumber utang berasal dari 23 bank sebesar Rp41,2 triliun dan sisanya dalam bentuk surat utang.
5. PT Waskita Karya Tbk
Progres restrukturisasi utang Waskita Karya atau WSKT mencapai Rp16,62 triliun dari total utang sebesar Rp20,42 triliun. Jumlah itu terdiri dari restrukturisasi utang empat anak usaha perseroan.
6. PT Angkasa Pura I
PT Angkasa Pura I (Persero) (AP) I mencatat utang mencapai Rp32,7 triliun hingga November 2021. Jumlah itu berasal dari pinjaman kreditur dan investor hingga kewajiban perseroan kepada karyawan dan supplier.
Menurut Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi jumlah pinjaman perusahaan kepada kreditur dan investor mencapai Rp28 triliun. Sementara, kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.
"Memang kita ada kewajiban lain, seperti kewajiban kepada karyawan, kewajiban ke supplier itu Rp4,7 triliun, sehingga total kewajiban kita sekitar Rp32,7 triliun. Namun kewajiban kita kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp28 triliun per November 2021," ujar Faik dalam konferensi pers.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.