Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Sentil BUMN: Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja!

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |11:35 WIB
Prabowo Sentil BUMN: Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja!
Prabowo Sentil BUMN: Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja! (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Seringkali, mereka bahkan memalsukan laporan keuangannya.

"Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Hingga hari ini, lanjut Prabowo sudah menutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, ditargetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 

"750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," katanya.

Sementara itu, dirinya mengusulkan pembentukan suatu pengadilan ad hoc khusus. Pengadilan itu akan difungsikan mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan jajaran direksi perusahaan BUMN selama 30 tahun ke belakang.

Mulanya, Prabowo mengatakan, sejak Danantara dibentuk, ditemukan ada 1.074 perusahaan BUMN. Jumlah ini cukup mengejutkannya, sebab Prabowo mengira jumlah perusahaan BUMN hanya sekitar 300-400 perusahaan. Ia mengatakan, perusahaan BUMN ini juga kadang berjalan tidak semestinya.

"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini," ujar Prabowo.

Karena itu, Prabowo ingin membentuk suatu lembaga pengadilan khusus guna mengusut pelanggaran yang terjadi belakangan.

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin," ungkap dia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement