Share

Digital Ekonomi Booming, Erick Thohir: Anak Muda pada Main Game Asing

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 320 2524167 digital-ekonomi-booming-erick-thohir-anak-muda-pada-main-game-asing-wN0CJr1uvi.jpg Menteri BUMN Erick Thohir ingin game buatan anak bangsa populer di kalangan anak muda (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyayangkan generasi muda Indonesia lebih gemar bermain game buatan asing. Dia berharap game online buatan Indonesia bisa populer di kalangan anak muda.

Erick menilai, game online menjadi digital ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, banyak digandrungi anak muda saat ini. Keinginannya agar permainan daring hasil produksi industri kreatif Tanah Air menjadi populer karena mampu memberi dampak keekonomian yang besar.

Baca Juga: Erick Thohir ke PLN soal Listrik KTT G20: Alasan Apa Pun Tak Boleh Mati Lampu

"Digital ekonomi saat ini sedang booming, bagaimana anak muda kita pada main game, game-nya, game asing. Bukan berarti kita anti asing, tetapi bagaimana memastikan paling tidak ada satu, dua game yang lokal," ujar Erick, dikutip Rabu (29/12/2021).

Untuk mendukung geme online dan konten lokal, Erick Thohir meminta agar PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menjadi agregatornya. Langkah itu sekaligus mewujudkan sinergitas antara perseroan pelat merah dan swasta.

"Juga Telkom , bagaimana Telkom ini bisa menjadi agregator atau infrastruktur konten dan game lokal. Dan tentu menganalisis data atau big data yang apakah advertising, apakah yang lain, tetapi ini menjadi sebuah akses yang menarik," ujarnya dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bentuk Klaster BUMN Kesehatan, Erick Thohir: Kalau Sendiri-Sendiri Kita Tidak Punya Kekuatan

Telkom sebagai emiten pelat merah dengan jumlah aset sebesar Rp221,20 triliun per 30 September 2020, cukup menjanjikan untuk menggandeng sejumlah platform atau media lokal Indonesia. Mantan Bos Inter Milan menilai langkah itu penting dilakukan.

Melalui anak usahanya seperti Indihome atau Telkomsel, emiten bisa menunjukan sikap keberpihakan pada konten dan game karya anak bangsa. Meski begitu, BUMN Telekomunikasi itu tidak bisa menutup diri dengan konten asing.

"Kalau kita lihat Telkom menjadi sangat penting. Telkom punya perusahaan yang invest kepada startup-startup dan juga yang sudah didiskusikan cukup lebar bersama Tim Telkom, Indihome ataupun Telkomsel bisa ada keberpihakan dengan konten lokal ataupun game lokal. Walaupun kita tidak bisa juga anti daripada konten-konten lainnya, tapi keberpihakan itu harus ada," tuturnya.

Merespons permintaan Erick, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan, pihaknya tengah menggandeng sejumlah swasta untuk menggarap platform digital. Karena itu, manajemen berharap ada regulasi baru yang menjadi landasan hukum untuk dijalankan bersama.

"Kita kembangkan suatu, katakanlah platform lokal begitu, yang melibatkan dari para platform iklan, publisher, media, para agensi, dan tentunya kita membutuhkan support dari pemerintah untuk mengatur regulasi yang memang memungkinkan ini untuk dijalankan," tutur Ririek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini