Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Utang Rp8,8 Triliun, Waskita Beton (WSBP) Targetkan Restrukturisasi Rampung Kuartal I-2022

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |18:15 WIB
Punya Utang Rp8,8 Triliun, Waskita Beton (WSBP) Targetkan Restrukturisasi Rampung Kuartal I-2022
WSBP Punya Utang Rp8 Triliun (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mempunyai utang Rp8,88 triliun hingga akhir 2021.

Utang berasal dari pinjaman bank sebesar Rp 3,94 triliun, vendor senilai Rp2,91 triliun, obligasi senilai Rp2 triliun, dan deferred interest Rp33,8 miliar.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WSBP Asep Mudzakir menjelaskan, restrukturisasi utang ditargetkan rampung pada kuartal I-2022 melalui skema master restructuring agreement.

“Proses restrukturisasi WBP akan dilakukan melalui mekanisme master restructuring agreement yang diharapkan akan disepakati oleh seluruh kreditur untuk menjaga going concern perusahaan. Kami menargetkan proses ini dapat selesai pada kuartal I-2022” ujar Asep, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga: Laba Bersih Waskita Beton Terjun Bebas 75%

 

Utang yang sedang dinegosiasikan akan memberikan perpanjangan tenor pembayarannya. Artinya, melalui restrukturisasi anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan melakukan reschedule pembayaran.

"Jadi saat ini dia masuk dalam legalitas jangka pendek. Dengan adanya proses restrukturisasi kita akan melakukan reschedule pembayaran," kata dia

Adapun pembayaran kewajiban perusahaan bersumber dari aset lancar yang meliputi piutang usaha dan tagihan bruto, divestasi aset tetap, hingga opsi debt to asset swap. Kemudian, manajemen akan menggunakan feature EBITDA merupakan hasil kinerja dari operasionalisasi perusahaan kedepannya.

"Di luar itu, juga ada divestasi atas aset tetap, serta opsi-opsi mengenai debt to asset swap, sisanya akan ada hutang-hutang yang kemudian dilunasi dari feature EBITDA," ungkap dia.

Di lain sisi, perusahaan juga tengah membidik program transformasi secara holistik untuk mewujudkan keberhasilan model bisnis baru perusahaan. WSBP juga membentuk tim transformation office untuk mengawal proses transformasi dan memonitor kemajuan dari implementasi inisiatif-inisiatif baru.

Transformasi bisnis ini memiliki tiga pilar utama yaitu portfolio dan inovasi, lean dan digital, hingga liquidity management. Dengan transformasi itu, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan dengan fundamental keuangan yang kuat.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement