Share

Cegah Jakarta Tenggelam, Menteri Jokowi Kerja Keras Bangun 3 SPAM

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 470 2526869 cegah-jakarta-tenggelam-menteri-jokowi-kerja-keras-bangun-3-spam-PJvHygYjDy.jpeg Cegah Jakarta Tenggelam dengan SPAM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan 4 Sarana Penyedia Air Minum (SPAM) hingga 2030.

Menurutnya, di samping sebagai pemenuhan air minum masyarakat Jakarta, pembangunan SPAM dapat mencegah tenggelamnya Jakarta. Sebab penyerapan air tanah yang begitu besar, sangat berpengaruh terhadap penurunan permukaan tanah.

Baca Juga: Garap Proyek SPAM, Anak Usaha PTPP Raih Pinjaman Rp337,3 Miliar

"Pertama ada SPAM Jatiluhur 1 yang hari ini disepakati bersama untuk dikerjakan sehingga dapat menambah 13% layanan air minum DKI yang sekarang ini eksisting ada 64%," ujar Menteri Basuki pada konferensi persnya, Senin (3/1/2022).

Selain itu Menteri Basuki menambkan ada pulla pembangunan SPAM Karian-Serpong yang diambil dari bendungan Karian yang berada di Banten yang ditargetkan rampung tahun 2022.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Sampai Proyek SPAM Rp2 Triliun Sia-Sia!

Selanjutnya Kementerian PUPR juga akan membangun SPAM Juanda II yang masih mengambil dari bendungan Jatiluhur yang dapat menambah 7% layanan minum di DKI Jakarta.

"Dari bendungan Karian 10% kalau Jatiluhur 1 13%, sedangkan Jatiluhur 2 ini dapat menambah layanan air minum di DKI Jakarta sebesar 7%," sambung Menteri Basuki.

Kementerian PUPR berkomitmen untuk membangun 3 (tiga) SPAM Regional melalui skema KPBU untuk mendukung pemenuhan cakupan pelayanan air minum di wilayah DKI Jakarta yaitu SPAM Regional Jatiluhur I dan SPAM Regional Karian-Serpong yang saat ini telah berjalan, serta SPAM Regional Ir. H. Djuanda/Jatiluhur II masih dalam tahap penyiapan.

“Dengan terbangunnya 3 (tiga) SPAM Regional tersebut, diharapkan dapat menambah kapasitas suplai air minum Provinsi DKI Jakarta sebesar 9.254 liter per detik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan pelayanan sebesar 30%” pungkas Menteri Basuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini