Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blue Bird (BIRD) Emiten Miliarder Purnomo Prawiro Siapkan Capex Rp1,2 Triliun Tahun Ini

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 05 Januari 2022 |12:54 WIB
Blue Bird (BIRD) Emiten Miliarder Purnomo Prawiro Siapkan Capex Rp1,2 Triliun Tahun Ini
Blue Bird siapkan capex Rp1,2 triliun (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyiapkan belanja modal atau capex tahun 2022 sebesar Rp1,2 triliun. Belanja modal tersebut digunakan seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi dan meredanya pandemi Covid-19.

"Prospek bisnis tentunya sangat tergantung kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah terkait mobilitas. Kami tentunya berharap pandemi bisa mereda di tahun ini dan tentunya hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan," kata Head of Investor Relations Blue Bird, Michael Tane.

Baca Juga: Miliarder Purnomo Prawiro Borong Saham Blue Bird (BIRD) Rp6,07 Miliar

Meredanya pandemi mendorong keyakinan perseroan adanya peluang cukup baik untuk mencatat laba di akhir tahun 2021. Dana belanja modal yang cukup besar tersebut sebagian besar untuk peremajaan kendaraan. Sementara Direktur Blue Bird, Eko Yuliantoro menegaskan jumlah belanja modal yang cukup besar tersebut untuk pembelian kendaraan baru demi keperluan peremajaan armada taksi dan kendaraan nontaksi.

"Kurang lebih sektiar 5.000 unit dalam hal ini, sehingga dengan mobil-mobil baru, kendaraan-kendaraan baru, kami harapkan efisiensi operasional juga akan lebih tercapai dan akan meningkatkan kinerja Bluebird, khususunya pada 2022," paparnya.

Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird

Di sisi lain, Direktur Utama Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoetono menilai pertumbuhan cukup baik akan terjadi pada 2022 dan optimistis menyongsong tahun yang baru. Pasalnya, dia telah melihat peningkatan kinerja yang cukup signifikan sepanjang semester II/2021.

"Kondisi sudah dilonggarkannya PPKM akhir kuartal III/2021, peningkatan kinerja kami sangat pesat, sehingga kami melihat tahun 2022 dengan sangat optimistis bergantung pada beberapa kondisi," katanya.

Sejumlah kondisi yang dimaksud Sigit yakni tidak banyak lagi pembatasan-pembatasan atau terjadinya PPKM. Kemudian, seluruh pihak berhati-hati terhadap gelombang dari Covid-19 yang berikutnya. Jika muncul gelombang Covid-19 baru, BIRD akan mengantisipasi lebih cepat karena sudah berpengalaman sebelumnya.

Sebagai informasi, hingga kuartal tiga 2021, perseroan membukukan rugi bersih sebesar -Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58% dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar. Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird berhasil membukukan Rp1,55 triliun.

Kata Sigit Djokosoetono, performa perseroan tahun ini masih sangat dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja keuangan perseroan YoY terlihat dari rugi bersih perseroan di 9M21 membaik sekitar 58% dibandingkan 9M20.

”Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin diminati oleh masyarakat," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement