Menyusul transaksi itu, saham Sea turun 11,4% pada perdagangan Selasa di New York menjadi USD197,8.
Adapun divestasi Tencent di dalam Sea bakal berlangsung secara bertahap. Pihak Sea mengatakan Tencent telah setuju untuk memotong kepemilikan sahamnya di perusahaan menjadi kurang dari 10%.
Analis menilai berkurangnya posisi Tencent di dalam Sea dapat mengurangi potensi konflik persaingan apabila basis unit gim Tencent meluncurkan lebih banyak gim di pasar global.
"Dan ini membantu mengurangi potensi gesekan geopolitik jika pihak Sea berencana untuk ikut berekspansi secara lebih strategis ke pasar baru di beberapa negara lainnya," kata analis Citi dalam sebuah laporan.
Menurut laporan Sea, pihak Tencent dan afiliasinya mengumumkan untuk melakukan konversi semua saham biasa kelas B mereka. Setelah konversi ini, maka semua saham kelas B Sea yang beredar secara langsung akan dimiliki oleh founder sekaligus CEO Sea Ltd, yaitu Forrest Li.
"Internal kami percaya bahwa kinerja Sea telah meningkat secara signifikan menjadi perusahaan digital global yang terkemuka. Ini adalah usaha terbaik perusahaan dalam mengejar strategi pertumbuhan jangka panjang sekaligus untuk lebih memperjelas struktur permodalan melalui perubahan yang direncanakan ini," demikian tulisnya.
Sejalan dengan rencana tersebut, manajemen Sea menyatakan perlu mendapat persetujuan dari para pemegang sahamnya. Dengan perubahan tersebut, maka saham biasa kelas B yang beredar dan dimiliki oleh Li diharapkan mewakili sekitar 57% dari hak suara, yang naik dari sekitar 52%.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.