Share

IHSG Dibayangi Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 278 2528155 ihsg-dibayangi-sentimen-kenaikan-suku-bunga-the-fed-MnXeSojOdY.jpg IHSG Dibayangi Sentimen The Fed. (Foto: Okezone.com/Antara)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dirundung aksi profit taking dalam beberapa hari terakhir. Sehingga, para pelaku pasar harus lebih berhati-hati

"Kemarin pasar terlihat mengalami profit taking sesudah kenaikan beberapa hari. Tapi pelaku pasar terlihat sedikit berhati-hati menanti risalah rapat federal reserve yang dibacakan tadi malam," ujar - Direktur PT Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, dalam Power Breakfast di IDX Channel, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: IHSG Balik Menguat ke 6.674 saat Bel Perdagangan

Seperti diketahui, IHSG semalam berakhir di zona merah sebesar 0,49 persen ke 6.662,29, Rabu (5/1/2022).

Menurut Hans, hasil risalah rapat yang dikeluarkan The Fed tadi malam ternyata kurang bersahabat dengan pasar sehingga terjadi koreksi yang cukup dalam di indeks Wall Street.

Baca Juga: IHSG Minim Sentimen Positif, Simak Pilihan Saham Hari Ini

"Pada saat federal reserve dalam risalah rapatnya itu mengejutkan pasar yang menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan pengurangan balance sheet. Kalau pengurangan mereka lakukan, artinya bondnya dijual kemudian mereka menarik USD mereka kembali. Artinya mengurangi likuiditas untuk mengurangi tekanan terhadap inflasi yang terjadi," terangnya.

Menurutnya, jika ini yang terjadi, maka posisi dolar akan cenderung lebih kuat. Kondisi inilah yang mendorong timbulnya kekhawatiran pasar.

Adapun faktor lainnya seperti pengumuman The Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih cepat di bulan Maret 2022, bahkan kemungkinan The Fed akan melakukannya lagi pada bulan Juni.

"Inilah yang membuat pelaku pasar jadi sedikit khawatir karena kenaikkan suku bunga bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan," tukasnya.

Hingga pukul 10:00 WIB, IHSG masih tertekan -0,60% di level 6.622,23 dengan 365 saham mengalami pelemahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini