Share

5 Fakta PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik di Tengah Krisis Batu Bara

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 320 2529227 5-fakta-pln-jamin-tak-ada-pemadaman-listrik-di-tengah-krisis-batu-bara-oLmwmuFGOV.jpg Batu Bara (Foto: Dokumen PLN)

JAKARTA – Ekspor batu bara dilarang mulai 1 hingga 31 Januari 2022. Kebijakan ini dibuat lantaran adanya krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri.

Namun, PT PLN (Persero) menjamin tidak ada pemadaman listrik meski krisis pasokan batu bara.

Berikut fakta PLN jamin pasokan batu bara untuk pembangkit listrik yang dirangkum di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

 

1. PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik

PT PLN (Persero) memastikan tidak pemadaman listrik meski ada krisis pasokan batu bara. PLN juga berupaya menjaga stabilitas pasokan energi primer tersebut agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun Independent Power Producer (IPP).

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, Terbesar ke China

2. Langkah Cepat dan Tegas Pemerintah Sangat Membantu

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, langkah cepat dan tegas pemerintah sangat membantu PLN dalam memastikan ketersediaan energi primer.

“PLN merasakan kebanggaan luar biasa bahwa dalam menghadapi krisis energi ini kami tidak dalam kesendirian. Seluruh kekuatan bangsa ini bergabung bahu membahu menunjukkan semangat juang dan kekompakan untuk mengatasi permasalahan ini secara permanen,” tutur Darmawan.

Dia menilai, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dioperasionalisasikan oleh Menteri ESDM dan juga Menteri BUMN, bahkan bersama kementerian lain yang terkait, pemerintah telah mengambil langkah-langkah cepat. Atas kebijakan pemerintah dan dukungan mitra kerja, pasokan batu bara mulai mengalir deras.

Darmawan memandang, arahan Presiden sangat jelas bahwa tidak akan ada pemadaman dalam skala apapun. Maka dalam jangka pendek strategi perseroan akan mengupayakan menghindari pemadaman.

 


3. 20 Juta MT Batu Bara untuk Membuat Ketersediaan Batu Bara

Di mana, manajemen memastikan 20 juta MT batu bara untuk membuat ketersediaan batu bara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi sejak Januari 2022. Jumlah itu terdiri dari, 10,7 juta MT dari kontrak eksisting dan 9,3 juta MT tambahan untuk meningkatkan ketersediaan batubara ke level aman.

 

4. 13,9 Juta MT Batu Bara Sudah Didapatkan

PLN sudah mendapatkan total kontrak 13,9 juta MT batu bara. Jumlah tersebut terdiri dari 10,7 juta MT kontrak eksisting PLN dan IPP, dan 3,2 juta MT kontrak tambahan. Tambahan pasokan ini akan masuk ke pembangkit PLN secara bertahap. Perseroan pun terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal pengangkut batu bara.

"Upaya kami salah satunya adalah memaksimalkan batu bara yang awalnya akan diekspor bisa dikirim ke pembangkit PLN," ungkap dia.

5. Solusi PLN

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, solusi permanen dan jangka panjang terkait pasokan energi primer PLN sangat dibutuhkan demi keandalan pasokan listrik ke masyarakat dan ketahanan energi nasional. PLN akan bekerja keras untuk menjaga pasokan energi primer pembangkit.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, PLN akan melakukan kontrak jangka panjang dan perikatan volume dengan swing 20 persen. Sementara harga batu bara tetap akan mengacu pada regulasi pemerintah dengan skema kirim cost, Insurance and Freight (CIF/beli batubara dengan harga sampai di tempat) atau skema Free on Board (FOB/beli batu bara di lokasi tambang)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini