Share

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Bengkel Pesawat

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Senin 10 Januari 2022 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 320 2529713 bandara-kertajati-disiapkan-jadi-bengkel-pesawat-UXbtWCEvM5.jpg Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. (Foto: Okezone.com/BKIP Kemenhub)

JAKARTA Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dapat digunakan sebagai tempat pemeliharaan pesawat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pengembangan Bandara Kertajati tengah difokuskan terhadap angkutan kargo dan pemeliharaan pesawat/maintenance, tepair, overhaul (MRO).

“Bandara Kertajari Majalengka Jawa Barat Ini dapat digunakan untuk pemeliharaan pesawat pemerintah,” kata Menhub Budi Karya, Senin (10/1/2022).

Terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), Menhub mengajak pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainn

Baca Juga: 5 Destinasi Domestik Favorit di Bandara Juanda saat Libur Nataru, Jakarta Terbanyak

“Bandara Kertajati juga tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat, selain menjadi tempat embarkasi dan debarkasi haji dan umrah,” tandasnya.

Dengan demikian, potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan pesawat di luar negeri.

Baca Juga: Polisi Buru 10 Penumpang Pesawat Positif Covid-19 yang Melarikan Diri saat Hendak Dikarantina

Sementara itu, Dirut BIJB Kertajati mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai kawasan terintegrasi/pusat pemeliharaan pesawat (AMO Center).

"Potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan pesawat di luar negeri," kata Muhammad Singgih.

Pengembangan Angkutan Kargo dan Logistik

Kemenhub juga mendorong pengembangan angkutan kargo dan pemeliharan pesawat atau Maintenance mulai dari Repair hingga Overhaul (MRO) agar lebih optimal di Bandara Internasional Jawa Barat.

Budi mengatakan, Bandara Kertajati tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat, menjadi tempat embarkasi dan debarkasi haji dan umroh.

“Bandara Kertajati tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat, menjadi tempat embarkasi dan debarkasi haji dan umroh. Kita harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien,” kata Budi Karya.

Menhub mendorong pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan para perusahaan kargo internasional misalnya dari Dubai, Hongkong, dan negara lainnya, agar pergerakan angkutan kargo terus meningkat.

“Perlu dilakukan presentasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperkenalkan Bandara Kertajati kepada calon investor yang memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu didarati pesawat wide body. Kita juga perlu memetakan potensi investasi di sekitar bandara ini,” tuturnya.

Terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), Menhub mengajak pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya.

Dalam tinjauannya, Menhub menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak yaitu dengan BIJB, Angkasa Pura II, Airnav, Garuda Maintenance Facilities (GMF), dan jajaran Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Bandara Kertajati memiliki luas gedung terminal kargo 4.480 M2. Saat ini tengah dilakukan sejumlah upaya optimalisasi angkutan kargo yaitu pengembangan e-commerce hub (cargo village) dan kegiatan penerbangan kargo rutin oleh Asia Kargo. Upaya-upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan kembali operasional Bandara Kertajati di tengah pandemi.,” pungkas Menhub Budi Karya.

Sementara itu, Dirut BIJB Kertajati mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai kawasan terintegrasi/pusat pemeliharaan pesawat (AMO Center).

Menurutnya potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan pesawat di luar negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini