Pfizer Bakal Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Khusus Omicron

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531174 pfizer-bakal-produksi-100-juta-dosis-vaksin-covid-19-khusus-omicron-yQdX02HYmz.jpeg Pfizer bakal produksi vaksin khusus omicron (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pfizer akan memproduksi 50 juta hingga 100 juta dosis vaksin versi baru khusus varian omicron. Hal ini merupakan sebuah cerminan dari meningkatnya kekhawatiran bahwa formulasi vaksin saat ini mungkin perlu diubah dengan adanya ancaman baru.

Selain itu, Pfizer juga sedang menguji kombinasi vaksin hibrida untuk menargetkan beberapa bentuk virus corona, serta dosis yang lebih besar.

Baca Juga: Mengapa Vaksin Booster Hanya 1/2 Dosis?

CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan, dosis khusus omicron akan dibuat "berisiko", yang berarti bahwa jika tidak diperlukan, Pfizer akan menanggung biayanya. Perusahaan telah menjadi yang terdepan dalam produksi vaksin global dengan 3 miliar dosis pada 2021 dan berencana untuk memproduksi hingga 4 miliar dosis pada 2022.

Jika ternyata perlu meluncurkan vaksin penargetan omicron, Pfizer akan siap, kata Bourla.

“Dalam hal manufaktur, kami memiliki kapasitas yang dibangun saat ini sangat besar sehingga tidak akan menjadi masalah untuk segera beralih,” kata Bourla seperti dilansir dari Washington Post, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Begini Cara Daftar Vaksin Booster Covid-19 dan Cek Tiket di PeduliLidungi

Bourla mengungkapkan, rencana manufaktur pada konferensi perawatan kesehatan tahunan yang disponsori oleh JPMorgan Chase tetapi tidak memberikan jumlah dosis yang terlibat.

Seorang juru bicara Pfizer, Steven Danehy, mengatakan dalam sebuah e-mail pada Selasa (11/1) bahwa pihaknya berharap memiliki 50-100 juta dosis vaksin khusus omicron yang tersedia pada akhir Maret/awal April.

Perkembangan pesat dan perubahan manufaktur dimungkinkan oleh teknologi vaksin mRNA baru yang digunakan oleh Moderna dan Pfizer, dengan mitra Jerman BioNTech. Perusahaan telah mengatakan dibutuhkan sekitar 90 hari dari pengurutan genetik dari ancaman baru untuk memproduksi vaksin nanopartikel lipid baru yang mengandung muatan mRNA yang diperbarui, yang merupakan kerangka waktu yang sangat cepat untuk pengembangan vaksin.

Pfizer pada Senin (10/1) waktu setempat mengumumkan kesepakatan lisensi dengan perusahaan San Diego, Codex DNA, yang memiliki proses pembuatan DNA sintetis yang akan memangkas waktu pengembangan lebih jauh, menjadi hanya 60 hari, kata Bourla.

Virus corona terbukti menjadi musuh yang tangguh, tambah Bourla, dengan kekebalan dari vaksin dan infeksi alami berkurang dengan cepat. Penguat tahunan mungkin diperlukan untuk dekade berikutnya, katanya.

Sementara itu, Moderna juga menguji formulasi vaksin yang berbeda, termasuk suntikan hibrida yang akan menggabungkan vaksin flu dan vaksin virus corona.

“Moderna sedang berusaha untuk memiliki bidikan penargetan omicron yang tersedia pada musim gugur, dalam persiapan untuk kemungkinan lonjakan virus corona musim dingin mendatang,” ujar CEO Moderna Stephane Bancel pada konferensi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini