Share

Bali Tetap Jadi Venue Utama Pertemuan G20

Antara, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 320 2535501 bali-tetap-jadi-venue-utama-pertemuan-g20-mfyjUkEqdu.jpg Pertemuan G20 Tetap di Bali (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bali Wayan Koster memastikan Pulau Bali tetap menjadi lokasi utama penyelenggaraan rangkaian pertemuan Keketuaan G20 Indonesia pada 2022.

"Bali sebagaimana diputuskan Bapak Presiden RI Joko Widodo, tetap menjadi venue utama Presidensi G20 yang puncaknya akan dihadiri oleh para kepala negara pada KTT tahun 2022 di Bali," katanya seperti dikutip Antara, Jumat (21/1/2022).

Dia menyampaikan pernyataan tersebut menindaklanjuti beredarnya Surat Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Pertemuan G20 Bidang Logistik Nomor S-3/G.20.33/2022 tertanggal 19 Januari 2022 perihal Penyampaian Informasi Pemindahan Lokasi Kegiatan G20.

Baca Juga: Ungkap Fokus Presidensi G20, Presiden Jokowi Sebut Salah Satunya Pemerataan Vaksin

"Yang diputuskan untuk dipindahkan dari Bali ke Jakarta hanya dua pertemuan yaitu 2nd FCBD (Finance and Central Bank Deputy) dan 1st FMCBG (Finance Minister Central Bank Governor) yang dijadwalkan pada tanggal 15 -18 Februari 2022," ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan preferensi para delegasi G20 yang lebih memilih Jakarta karena pertimbangan risiko transit Jakarta-Bali yang tinggi, seiring dengan meningkatnya paparan Omicron.

"Pemindahan dari Bali ke Jakarta ini hanya bertukar waktu dengan rencana pelaksanaan 2nd FMCBG di Juli 2022 yang rencana semula di Jakarta, akan dialihkan ke Bali," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Pelaksanaan G20 Tetap di Bali

Jadi, tambah Koster, penyelenggaraan pertemuan Keketuaan G20 Indonesia tidak dipindah ke Jakarta, tetapi hanya pertemuan keuangan saja yang rencananya di Bali dipindah ke Jakarta.

"Masyarakat tidak perlu heboh, keputusan yang diambil oleh Kementerian Keuangan adalah untuk kebaikan bersama, dengan mempertimbangkan berbagai aspek manajemen dan teknis serta kenyamanan bagi para peserta," ucap Koster.

Mantan anggota DPR tiga periode itu mengatakan hal ini harus dipahami dengan bijaksana oleh semua pihak.

Koster menambahkan menurut informasi yang disampaikan Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Pertemuan G20 Bidang Logistik Rudy Rahmad di Jakarta pada Kamis, secara rinci dijelaskan surat tersebut merupakan komunikasi panitia dengan para pemangku kepentingan di Bali.

Hal ini, lanjut dia, sebagai bagian dari koordinasi rutin dalam penyiapan pertemuan Keketuaan G20 Indonesia.

Pertemuan G20 adalah serangkaian pertemuan di jalur finance dan jalur sherpa, yang totalnya akan ada 345 pertemuan pada level engagement group, working group, deputi, dan menteri/gubernur bank sentral, dengan puncaknya akan dihadiri oleh kepala negara di Bali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini