Share

Harga Emas Naik Jadi USD1.841/Ounce di Tengah Aksi Jual Saham

Antara, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537220 harga-emas-naik-jadi-usd1-841-ounce-di-tengah-aksi-jual-saham-X3d1Wn4hFB.jpg Harga Emas Naik Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas berjangka menguat di akhir perdagangan Senin, karena aksi jual saham di Wall Street dan pasar Eropa. Hal tersebut didorong ketegangan geopolitik Ukraina, sehingga mendukung daya tarik safe-haven. Sementara para investor bersiap untuk keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik USD9,9 atau 0,54% menjadi USD1.841,70 per ounce. Di pasar spot, harga emas juga naik 0,4% menjadi USD1.840,16 per ounce pada pukul 19.39 GMT.

Baca Juga: Turun Rp1.000, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp947.000/Gram

NATO mengatakan pihaknya menempatkan pasukan siaga di Eropa Timur sebagai tanggapan atas peningkatan kekuatan militer Rusia di perbatasan Ukraina. Sementara Presiden AS Joe Biden membahas pengerahan ribuan tentara AS ke Eropa dan Baltik bersama sekutu AS.

"Cerita Ukraina positif untuk emas dan kebijakan Fed pada akhirnya akan berkembang menjadi sedikit lebih konservatif karena Fed masih percaya banyak hal yang akan bersifat sementara," kata Analis Pasar Senior broker OANDA, Ed Moya, dikutip dari Antara, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Seribu

Aksi jual di Wall Street dan pasar saham Eropa memburuk akibat ketegangan Ukraina-Rusia dan ekspektasi bahwa The Fed memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang jauh lebih cepat untuk menjinakkan inflasi yang tinggi.

Tetapi Kepala Analis Pasar CMC Markets Inggris Michael Hewson mengatakan, The Fed tidak mungkin memiliki dampak besar pada emas saat ini, karena pasar lebih khawatir tentang apa yang terjadi di Eropa Timur. Terutama mengingat kenaikan suku bunga Maret telah diperhitungkan.

Emas juga tampaknya melepaskan, sampai batas tertentu, tekanan dari arus masuk ke mata uang safe-haven saingan dolar.

Tetapi sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Dengan asumsi bahwa gelombang penghindaran risiko saat ini pada akhirnya surut ketika The Fed mengatasi ketakutan ini, dan mencegah memburuknya prospek ekonomi, dengan demikian kami percaya bahwa pasar emas dan perak kembali mengalami rebound sementara tetapi tidak bertahan lama," kata Seorang Analis Carsten Menke Julius Baer.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 52 sen atau 2,14% menjadi USD23,8 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD14,8 atau 1,43% menjadi USD1.020,3 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini