Share

Presidensi G20 Dampaknya 2 Kali Lipat dari IMF-World Bank 2018

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537394 presidensi-g20-dampaknya-2-kali-lipat-dari-imf-world-bank-2018-F7XvbRDCx0.jpg Dampak Presidensi G20 pada Indonesia. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai presidensi G20 diharapkan akan mengikuti peningkatan perdagangan maupun investasi di Indonesia.

"Dengan tema 'Recover Together, Recover Stronger', kita mendorong agar pemulihan ekonomi yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan, serta memfokuskan pada tiga fokus kegiatan yaitu kesehatan global yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan," ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar oleh HIPMI secara hybrid pada Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Alasan KTT G20 Digelar di Bali

Dia mengatakan, kesempatan ini tentu akan mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi, dan juga pembangunan di aspek sosial dan politik. Kurang lebih ada 150 pertemuan yang digelar di 19 kota dan lebih dari 18 ribu delegasi akan hadir.

"Diperkirakan akan mendorong kegiatan yang akan mempekerjakan 33 ribu lapangan kerja, meningkatkan konsumsi sebesar Rp1,7 triliun, PDB nasional sebesar Rp7,4 triliun, dan akan bermanfaat sekitar dua kali dari penyelenggaraan IMF-World Bank di 2018 lalu," tuturnya.

Baca Juga: Jokowi: Presidensi G20 Jadi Kesempatan Indonesia Berperan Tentukan Perekonomian Dunia

Airlangga mengapresiasi kerja sama semua pihak, tetapi dia mengingatkan bahwa tantangan terus ada, sehingga penting untuk menjaga koordinasi dan sinergi serta kerja sama pemerintah pusat, daerah, pengusaha, dan masyarakat agar seluruh stakeholders bisa merasakan manfaat pemulihan ekonomi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini