JAKARTA – Sektor properti rumah tapak tahun ini tetap diminati masyarakat. Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mengungkapkan, sektor properti rumah tapak melanjutkan tren pada kuartal IV tahun lalu.
"Kita melihat sektor rumah tapak tetap bertahan di tengah pandemi, penjualan rumah tapak masih bertahan melanjutkan tren yang kita lihat dari 2020," kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga: 2022 Jadi Kebangkitan Properti, Intip Aksi Korporasi Adhi Commuter Properti (ADCP)
Menurut Yunus, minat pasar terhadap sektor rumah tapak masih terbukti cukup tinggi. Ketika pengembang mengeluarkan produk-produk baru tetap mendapatkan respons positif dari pasar.
Hal ini dikarenakan permintaan yang didominasi oleh pengguna akhir atau end users, dan faktor-faktor yang dipertimbangkan di mana salah satunya keterjangkauan harga yang membuat sektor ini tetap memiliki performa yang baik.
Baca Juga: Mahkota Properti Berikan 5 Opsi Percepatan
Dilihat dari sisi keterjangkauan harga, hampir 70% produk yang terjual pada semester II-2021 memiliki harga di bawah Rp1,3 miliar.
"Melihat permintaan yang cukup tinggi tersebut maka pengembang akan terus aktif meluncurkan produk baru, dan beberapa kawasan perumahan yang sebelumnya tidak aktif pun ikut berkontribusi dalam memasarkan produk-produk mereka," katanya.
Sementara itu JLL juga menilai sektor kondominium pada kuartal IV tahun lalu masih dalam kondisi stagnan dengan penjualan yang masih relatif lemah.