Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pak Mendag! Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Rp40.000, Bikin Pembeli 'Cekcok' dengan Pedagang

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Kamis, 27 Januari 2022 |14:23 WIB
Pak Mendag! Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Rp40.000, Bikin Pembeli 'Cekcok' dengan Pedagang
Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak goreng di pasar tradisional masih mahal.

Kebijakan harga minyak goreng Rp14.000 per liter nyatanya belum merata di pasar tradisional meski Kementerian Perdagangan telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga yang diberlakukan kemarin.

Tercatat, harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional bilangan Bekasi masih mematok harga Rp20.000 per liter.

Salah satu pedagang sembako, Eka (30) mengaku masih menjual minyak goreng kemasan seharga Rp20.000 per liter dan Rp40.000 ribu untuk ukuran 2 liter. Sebab, harga yang didapat dari sales agen masih dijual dengan harga tinggi.

"Masih harga lama (minyaknya), satu liternya Rp20.000, yang 2 liternya Rp40.000. Saya nggak bisa kasih harga di bawah itu, soalnya dari agennya aja masih mahal," ujar Eka kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di lokasi, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Minyak Goreng Rp14.000 Langka, Kemendag Ungkap Biang Keroknya

Eka menjelaskan, harga minyak goreng 1 karton berisi 12 kemasan ukuran 1 liter sebesar Rp 224.000. Artinya harga per liternya Rp18.600. Sedangkan untuk ukuran 2 liter per karton isi enam kemasan sebesar Rp232.000. Artinya, harga per kemasan sebesar Rp38.600.

"Jadi yang ukuran 1 liter saya jual Rp20.000 ke pembeli, nah yang 2 liternya Rp40.000. Itu harga yang saya dapat saat ini. Belum ada sales ngasih harga murah," jelas Eka.

Saking mahalnya minyak goreng di tengah harga subsidi Pemerintah, tutur Eka, pembeli sampai berulang kali bertanya ke dirinya. "Bu, minyak kan sudah murah. Kok ini masih mahal," ucapnya memperagakan pembeli di warungnya.

Karena Eka sudah menerangkan sejujurnya kepada pembeli, namun tetap tak percaya, dia sampai menunjukkan struk pembelian minyak goreng yang dibeli melalui sales agen.

"Pembeli tuh masih enggak percaya kalau minyak masih mahal. Dikiranya saya bohong. Saya kasih unjuk aja struk pembelian saya dari sales agen. Setelah itu baru mereka percaya," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement