Share

Perusahaan Korea dan Jepang Belum Terapkan Upah Berbasis Produktivitas

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 02 Februari 2022 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 320 2541281 perusahaan-korea-dan-jepang-belum-terapkan-upah-berbasis-produktivitas-dOpSdpOEAu.jpg Struktur Upah Skala Produktivitas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan ada perusahaan asal Korea dan Jepang di Indonesia yang belum menerapkan struktur skala upah berbasis produktivitas. Padahal upah berbasis kinerja akan menaikkan produktivitas baik buruh dan perusahaan.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mencatat, pihaknya terus mengawal agar perusahaan di dalam negeri menerapkan sistem upah yang mengacu pada struktur upah berbasis produktivitas.

Baca Juga: Klaim Kematian BPJS Ketenagakerjaan Rp42,89 Triliun Imbas Covid-19

"Siapa sih yang gak mau menerapkan struktur skala upah berbasis produktivitas? Banyak, perusahaan-perusahaan investasi dari Korea, perusahaan-perusahaan investasi dari Jepang, banyak yang belum menerapkan struktur skala upah," ujar Indah saat ditemui di kawasan hotel Aston Kartika dikutip, Rabu (2/2/2022).

Kemnaker berharap agar para pekerja atau buruh bisa membantu pemerintah untuk memastikan perusahaan bisa menerapkan struktur skala upah berbasis produktivitas.

Baca Juga: Berikut 5 Cara Adaptasi Cepat di Kantor Baru

Upah minimum, kata dia, merupakan jaring pengaman, namun demikian dibutuhkan upah yang berbasis kinerja yang dipandang dapat menaikkan produktivitas. Sehingga pengusaha maupun pekerja sama-sama mendapatkan manfaat dan kenaikan produktivitas perusahaan.

"Bantu kami pemerintah memastikan upah, gaji, salary yang diterapkan atau diberikan oleh para pemberi kerja agar sesuai dengan niatan kita, kami semua yaitu mengacu pada struktur skala upah berbasis produktivitas," ungkap dia.

Siapa sih yang gak mau menerapkan struktur skala upah berbasis produktivitas? Banyak, perusahaan-perusahaan investasi dari Korea, perusahaan-perusahaan investasi dari Jepang, banyak yang belum menerapkan struktur skala upah.

Meski banyak perusahaan asing di Tanah Air yang belum mengikuti kebijakan pemerintah di sektor upah, Indah berharap para pekerja tidak bisa memberikan sikap penolakan terhadap investasi asing di Indonesia.

"Tapi kita gak boleh benci mereka, kita gak boleh benci investor. Kita membutuhkan investor untuk memperluas lapangan kerja. Jangan perna membenci pada investasi karena investasi merupakan instrumen utama untuk memperluas lapangan kerja bagi saudara-saudara Bapak, Ibu yang belum mendapat pekerjaan. Kalau gak ada investasi sih susah perluasan lapangan pekerjaan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini