Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KPR Sepanjang 2021 Tersalurkan Rp465 Triliun, Berapa Rumah Terbangun?

Michelle Natalia , Jurnalis-Rabu, 02 Februari 2022 |11:14 WIB
KPR Sepanjang 2021 Tersalurkan Rp465 Triliun, Berapa Rumah Terbangun?
KPR Sepanjang 2021 Tersalurkan Rp465 Triliun. (Foto: Okezone.com/MNC)
A
A
A

JAKARTA - Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang 2021 mencapai Rp465,55 triliun. Hal ini pun memulihkan sektor properti dari dampak pandemi Covid-19.

“OJK bersama-sama dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mendorong sektor properti dengan realisasi kredit sebesar Rp465,55 triliun hingga Desember 2021,” ujar Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga: BP Tapera: Kebutuhan KPR untuk PNS Sangat Tinggi

Sinergi KSSK dapat dilihat melalui Kemenkeu yang memberikan insentif PPN untuk perumahan dilengkapi dengan OJK yang memberikan pelonggaran aset tertimbang menurut risiko (ATMR), ketentuan tarif premi asuransi dan uang muka perusahaan pembiayaan.

"Kemudian BI memberikan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Ratio (LTV/FTV) dari kredit dan pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% untuk bank yang memenuhi NPL/NPF tertentu," ungkapnya.

Baca Juga: 3 Tips agar Cepat Membeli Rumah

Sri menilai bahwa realisasi KPR tahun lalu yang sebesar Rp465,55 triliun menunjukkan bahwa pemulihan sudah mulai terjadi, namun masih menyisakan scarring effect.

"Oleh sebab itu, saya memastikan KSSK akan terus meneliti dan merumuskan langkah-langkah untuk meminimalkan scarring effect sekaligus melanjutkan pemulihan ekonomi yang lebih merata antarberbagai sektor," terangnya.

Upaya melanjutkan pemulihan ekonomi ini salah satunya disalurkan melalui sektor perbankan dalam rangka memberikan keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan, likuiditas perbankan serta menjaga kinerja perbankan.

“Dukungan KSSK terhadap sektor perbankan merupakan bagian dari paket kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi. Semakin normal tingkat intermediasi oleh sektor keuangan didominasi perbankan maka pemulihan ekonomi semakin terakselerasi,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement