Share

Menteri ESDM: Pengembangan PLTS Atap Tarik Investasi Rp50 Triliun

Athika Rahma, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 320 2545225 menteri-esdm-pengembangan-plts-atap-tarik-investasi-rp50-triliun-RNsoDqzDia.jpg PLTS Atap (Foto: Kementerian ESDM)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan, pengembangan PLTS Atap akan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pendukung PLTS domestik.

Kemudian bisa mendorong green product sektor jasa dan green industri untuk menghindari carbon border tax di tingkat global

"Adanya penyerapan tenaga kerja lebih dari 120 ribu orang, peningkatan investasi sekitar Rp50 triliun dan mengurangi emisi karbon sebesar 4,5 juta CO2," kata dia dalam Peluncuran Hibah SEF Insentif PLTS Atap, Kamis (10/2/2022).

Adanya hibah ini tidak hanya mendorong masyarakat memasang PLTS atap khususnya pelanggan PLN pada kategori rumah tangga, bisnis dan industri skala kecil-menengah/UMKM, dan sosial, namun dapat mempercepat implementasi program PLTS Atap secara masif dan berkontribusi terhadap capaian target energi baru terbarukan pada bauran energi nasional.

 Arifin bilang, inovasi pembiayan ini juga akan meningkatkan minat investor dan masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya.

"Insentif ini diharapkan dapat mencapai nilai keekonomian PLTS Atap sehingga investasinya menjadi lebih menarik dan dapat mendorong pemasangan PLTS Atap secara masif dan berkontribusi pada pencapaian target EBT maupun penurunan emisi GRK," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura mengungkapkan apresiasi kepada pihak pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak UNDP dalam mencapai Sustainable Goals (SDGs), terutama pada energi bersih dan perubahan iklim. 

"Program insentif ini merupakan contoh strategi pemulihan hijau karena berfokus pada usaha kecil menengah, rumah menengah, dan sektor sosial. Dukungan insentif diberikan untuk mendorong investasi hijau, yang akan mendorong kegiatan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi biaya listrik, dan mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Shimomura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini