Share

Penampakan Tukang Las Rel Kereta Cepat, Ternyata Bukan dari China!

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 320 2547572 penampakan-tukang-las-kereta-cepat-ternyata-bukan-dari-china-MeAjO4gtzX.jfif Penampakan tukang las kereta cepat Jakarta - Bandung. (Foto: Antara)

JAKARTA - Tukang las rel pada proyek kereta cepat Jakarta - Bandung belakangan ini ramai diperbincangkan. Tenyata begini penampakannya.

Dikutip Antara, namun para tukang las itu merupakan pekerja lokal.

Pekerja lokal itu menggunakan mesin pengelasan dengan teknologi mutakhir yaitu UN-200 untuk proses penyambungan rel.

Mesin ini dipakai untuk pengelasan rel dengan mengadopsi metode Flash-butt.

 BACA JUGA:Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diprediksi Hanya 30 Ribu

Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, tenaga ahli bersertifikasi khusus untuk pengelasan rel dengan mesin UN-200 ini awalnya menggunakan operator dari China.

Namun, karena sejalan dengan proses transfer teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.

"Kereta Cepat ini kan nanti akan melaju sampai 350 km/jam. Jadi, lintasannya harus yang terbaik. Untuk itu, dalam proses penyambungan dan pengelasan, kami menggunakan metode Flash-butt welding dengan mesin UN-200," katanya, Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Dia mengatakan, awalnya tenaga ahli bersertifikasi khusus untuk pengelasan rel dengan mesin UN-200 ini harusnya dari China.

 BACA JUGA:Alasan Tukang Las Kereta Cepat Didatangkan dari China

Tapi, karena teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.

Diketahui, bahwa fasilitas dan Workshop Pengelasan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan UN-200 berada di Area Workshop Welding Factory seluas 8,4 hektare yang berada di Kawasan Tegalluar, Bandung Timur.

Sehingga, dengan mesin canggih ini, 1.805 batang rel akan disambung menjadi berukuran 500 meter.

Hal tersebut bertujuan supaya lintasan kereta cepat yang melintang dari Halim sampai Tegalluar tidak memiliki banyak sambungan.

Karena minimnya sambungan rel jadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan laju kereta cepat.

Hingga kini, UN-200 berhasil menghasilkan sebanyak 872 batang rel sepanjang 500 meter atau setara dengan 218 kilometer.

Proyek kereta cepat saat ini sedang memproduksi dan memasang bantalan rel beton (slab track).

Kemudian, akan dilakukan penyambungan rel juga.

Rel yang dipakai untuk proyek ini merupakan rel berstandar R60 dengan panjang 50 meter.

Dwiyana menambahkan, KCIC melakukan pengelasan di factory Welding demi menjaga mutu pengelasan agar proses pengerjaan terkontrol.

Untuk cara kerja dari Flash-butt welding dengan memanaskan kedua batang rel yang akan disambung dengan mesin UN-200.

Saat suhu sudah mencapai yang dibutuhkan, kedua ujung barang rel tersebut disambung dengan tekanan tertentu agar dapat menyatu dengan sempurna.

"Mesin Flash-butt Welding dapat secara otomatis merekam dan mengingat proses perubahan tekanan hingga perubahan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan sehingga hasil penyambungan rel sesuai dengan kebutuhan proyek," jelasnya,

Kualias dari Mesin UN-200 mampu untuk konsisten pada setiap rel.

Hal itu karena mesin ini memiliki kemampuan untuk merekam perubahan tekanan dan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan berlangsung.

Bahkan, mesin ini akan mengidentifikasi sambungan secara otomatis.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini