Begitu juga pengusaha tahu lainnya, Aan mengaku bahwa dirinya merasa terpukul harga kedelai impor melambung tinggi sehingga terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 15 orang, karena tidak mampu membayar upah buruhnya.
Saat ini, mereka pengusaha tahu yang penting bisa bertahan produksi untuk melayani masyarakat.
"Kami saat ini hanya dua orang yang bekerja, karena biaya produksi cukup tinggi dibandingkan keuntungan, " katanya
Sementara itu, Ending, seorang pengusaha tempe warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengeluhkan melonjaknya harga kedelai impor sehingga produksi berkurang dan berdampak terhadap pendapatan.
"Kami berharap harga kedelai kembali stabil atau dibantu subsidi," katanya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.