Share

Heboh OVO Investasi Reksadana Ilegal, Ini Penjelasan Dompet Digital OVO

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 20 Februari 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 20 622 2550165 heboh-ovo-investasi-reksadana-ilegal-ini-penjelasan-dompet-digital-ovo-4b0abCu4sW.jpeg OVO tegaskan tak berkaitan dengan Ovo Investasi Reksadana (Foto: Sindonews)

JAKARTA - OVO (PT Visionet Internasional) menegaskan bahwa “OVO Investasi Reksadana” tidak memiliki kaitan sama sekali dengan OVO. Dompet digital OVO juga menekankan OVO Investasi Reksadana tidak berkaitan engan seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan OVO.

Sebagaimana diketahui, OVO Investasi Reksadana diungkap Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai akun grup Telegram palsu.

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyatakan, kanal Telegram resmi OVO hanya ada satu dengan nama: “Komunitas Tim OVO”.

“Kami menegaskan bahwa akun Telegram investasi yang mengatasnamakan OVO tersebut merupakan akun palsu dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Kami merasa sangat dirugikan karena nama OVO telah disalahgunakan secara ilegal dan melanggar hukum," kata dia dalam keterangannya, Minggu (20/2/2022).

“Kami mengucapkan terima kasih atas langkah tegas OJK, BI dan pemerintah yang terus memberantas akun-akun palsu yang berupaya menipu masyarakat luas. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak Telegram agar akun-akun palsu yang telah memalsukan dan mencatut nama banyak perusahaan tekfin, bank, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya ini, segera diberantas,” kata Karaniya.

Beberapa hari lalu, Satgas Waspada Investasi telah menutup 21 entitas yang melakukan kegiatan ilegal berkedok investasi. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut memalsukan nama sejumlah perusahaan termasuk OVO dan Mandiri Investasi.

“Harapan kami, pihak berwajib dapat segera menindak para pelakunya sehingga masyarakat terhindar dari penipuan. Kami juga berterima

kasih atas klarifikasi dan penegasan dari SWI kepada media bahwa ‘OVO Investasi Reksadana’ tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan OVO; untuk menghindari kebingungan di masyarakat,” kata Karaniya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini