Share

Harga CPO Naik, Minyak Goreng Makin Mahal dan Langka?

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 320 2550610 harga-cpo-naik-minyak-goreng-makin-mahal-dan-langka-YvtsLGOG94.jpg Harga CPO Terus Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil terus melonjak pada perdagangan hari ini. Kenaikan dipicu ketatnya pasokan dan harga di bursa lainnya.

Berdasarkan data bursa derivatif Malaysia hingga pukul 13:20 WIB, harga kontrak CPO Maret 2022 naik 142 poin atau 2,36% menjadi MYR6.150 per ton dari sebelumnya di MYR6.008 per ton.

Kontrak April 2022 melonjak 139 poin atau 2,42% di MYR5.881 per ton dari sebelumnya di MYR5.742 per ton, sedangkan kontrak Mei 2022 melesat 138 poin atau 2,49% menjadi MYR5.677 per ton.

Baca Juga: Guyur 23 Ribu Liter Minyak Goreng, Mendag 'Jewer' Penimbun: Jangan Main-Main!

Technical Analyst Reuters Wang Tao mencermati CPO kontrak Mei 2022 berpeluang menguji support di MYR5.484 ringgit per ton, dan dimungkinkan bergerak di kisaran MYR5.366 - 5.425 per ton.

Data Intertek Testing Services and Amspec Agri menunjukkan bahwa data ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1 - 20 Februari mengalami pertumbuhan antara 24,9% dan 29% dibandingkan minggu yang sama pada Januari.

"Fundamental CPO masih tetap kuat karena produksi yang terbatas, sementara peningkatan ekspor Malaysia dimungkinkan membuat persediaan akhir Februari turun," kata Anilkumar Bagani, Head of Research Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, India, dilansir Reuters, Senin (21/2/2022).

Baca Juga: 3 Gudang Nimbun 1,1 Juta Kg Minyak Goreng

Pasar minyak nabati juga tengah terombang-ambing oleh kekhawatiran atas hilangnya panen kedelai di sejumlah negara-negara di Amerika Selatan yang dilanda kekeringan, yang selanjutnya dapat memperketat pasokan global.

Sebagai importir terbesar, India telah memesan 100.000 ton minyak kedelai dari Amerika Serikat karena terbatasnya pasokan dari Amerika Selatan, dan juga pada saat harga minyak sawit saingan mencapai rekor tertinggi.

Diketahui, kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian, naik 2,4%, sementara kontrak CPO melonjak 2,8%. Minyak rapeseed oil atau minyak lobak di Zhengzhou Commodity Exchange menguat hampir 4%.

Kabar dari Indonesia, kebijakan domestic market obligation memberikan angin segar bagi pasar domestik, kendati melonjakkan harganya di tingkat global. Serapan untuk konsumen dalam negeri membuat pasokan untuk global berkurang, yang sekaligus melonjakkan harganya di pasaran.

Kendati Indonesia merupakan produsen terbesar CPO, masalah kelangkaan minyak goreng juga masih menjadi batu sandungan di pasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini