Share

Harga Tak Naik, Pertalite Diusulkan Jadi BBM Subsidi

Antara, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 320 2550802 harga-tak-naik-pertalite-diusulkan-jadi-bbm-subsidi-x9ynMWwPGN.jpg BBM Pertalite Diusulkan Jadi BBM Subsidi (Foto: Okezone)

JAKARTA - BBM jenis Pertalite diusulkan jadi BBM subsidi. Hal ini seiring tidak naiknya harga BBM Pertalite di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Hingga saat ini, Pertalite masih dijual Rp7.650 per liter. Sementara Pertamax juga tetap dijual Rp9.000 per liter. Pertamina hanya menaikkan 3 jenis BBM non subsidi.

"Pertalite BBM non subsidi yang banyak dipergunakan oleh masyarakat, jika koreksi kenaikan harganya dianggap menimbulkan masalah, maka harusnya Pertalite ditetapkan saja sebagai BBM subsidi dan BBM premium dihapuskan," kata pengamat energi Sofyano Zakaria, Jakarta, Senin (21/2/2022).

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Ini Naik, Pertamax Menyusul?

Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga sudah sejak lama menjual harga BBM umum BBM subsidi jenis pertalite RON 90 Rp7.650/liter, sedangkan SPBU Vivo menjual BBM subsidi RON 89 dengan harga Rp8.900/liter. Patra Niaga menjual pertamax RON 92 dengan harga Rp9.000/liter sementara SPBU Shell menjual dengan harga Rp12.990/liter demikian pula dengan AKR yang menjual Rp12.900/liter.

"Dengan Perpres Nomor 69 Tahun 2021 harusnya penyesuaian harga jual BBM non susbsidi pertalite dan pertamax 92 juga elpiji non subsidi bright gas dapat disesuaikan dan juga tidak bisa dilarang dengan alasan apapun juga," katanya.

Menurutnya, harga jual BBM non subsidi jika tidak dikoreksi naik menyesuaikan dengan kenaikan dan tingginya harga minyak dunia akan membuat badan usaha Pertamina Patra Niaga rugi besar.

"Jika ternyata terbukti Pertamina Patra Niaga rugi dalam berbinis BBM dan elpiji non subsidi, maka ini bisa pula dinilai sebagai kegagalannya Pertamina Patra Niaga sebagai sub holding Comercial and Trading-nya Pertamina," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini