Share

Harga BBM Non Subsidi Ini Naik, Pertamax Menyusul?

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Februari 2022 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 17 320 2548701 harga-bbm-non-subsidi-ini-naik-pertamax-menyusul-BjjqLXG98C.jpg Harga BBM Non Subsidi Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Kenaikan harga BBM ini merupakan kewenangannya sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 69 Tahun 2021.

"BBM umum Pertamax series dan Pertadex serta Dexlite termasuk juga Pertalite dan Pertamax 92 sejatinya adalah BBM umum yang oleh Perpres 69 tahun 2021 dinyatakan sepenuhnya merupakan kewenangan badan usaha untuk menetapkan besaran harga jualnya," kata pengamat energi Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga: Ahok Yakin Pertamina Masih Untung Rp14,3 Triliun meski Pertamax Tak Naik

Walau badan usaha memiliki kewenangan tersebut, namun kenyataannya sampai saat ini pihak Pertamina Patra Niaga entah mengapa belum berani mengkoreksi harga jual BBM Pertalite RON 90 dan Pertamax RON 92. "Padahal badan usaha lain yang berbisnis BBM di negeri ini, sudah sejak lama menaikkan harga jual BBM setara RON 90 dan RON 92 tersebut dan tidak dilarang oleh pemerintah," kata Sofyano yang juga merupakan Direktur Puskepi.

Tidak dikoreksinya harga jual Pertalite dan Pertamax 92 sejatinya adalah hal yang sangat merugikan Badan Usaha Pertamina Patra Niaga dan harusnya ini jadi perhatian banyak pihak termasuk pemerintah karena keberadaan badan usaha ini sangat berkaitan besar dengan hajat hidup rakyat negeri ini.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jika Patra Niaga mengalami kerugian besar akibat rugi karena menjual Pertalite RON 90 dan Pertamax RON 92 dampaknya pasti akan membuat pengadaan dan distribusi BBM di negeri ini akan bermasalah.

BBM umum adalah BBM non subsidi, yang bisa dipahami bahwa ini adalah BBM konsumsinya golongan mampu yang memang membutuhkan BBM dengan kualitas paling baik sehingga koreksi naik harga jualnya adalah hal yang biasa sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini