JAKARTA - Perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina disebut akan berpengaruh dalam penerimaan pajak di Indonesia tahun 2022.
Diketahui, bahwa imbas perang tersebut memberi pengaruh terhadap perekonomian global.
Direktur P2Humas Diretorat Pajak Neilmadrin Noor mengatakan, penerimaan pajak pada tahun 2022 Indonesia bakal mengalami tantangan yang lebih berat jika dibandingkan dengan 2021. Salah satu alasannya karena konflik tersebut
"Kalau tahun 2021, dan tahun 2022 ini, mungkin kita sepakat bahwa tidak mungkin lebih mudah juga dari 2021, itu didasari beberapa hal," ujar Neilmard pada Market Review IDXChanel, Jumat (25/2/2022).
BACA JUGA:Intip Kecanggihan Kendaraan Militer Rusia, Ada Tank Andalan untuk Perang Perkotaan
Menurutnya, salah satu faktor yang berpengaruh pada penerimaan pajak di tahun 2022 adalah volatilitas ekonomi global yang tentu berdampak pada perekonomian domestik.
"Seperti sekarang ini kita lihat juga ada perang dan sebagainya yang berpengaruh terhadap ekonomi global," lanjutnya.
Neimadrin menjelaskan, isu geo politik akan berpengaruh terharap rendahnya permintaan dunia, lambatnya konsumsi, hingga investasi terhadap penerimaan pajak di Indonesia.
BACA JUGA:Diserang Rusia, Bank Dunia Siap Bantu Ukraina Atasi Dampak Ekonomi Perang
"Penerimaan pajak tentunya sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian baik itu nasional maupun global," tambahnya.
Selain normalisasi harga komoditas, baik itu energy maupun non energy, biaya aktivitas impor, serta adanya peningkatan retitusi juga akan berpengaruh terhadap pendapatan pajak di tahun 2022.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.