Share

Sri Mulyani Buka Beasiswa LPDP 2022 untuk Pengembangan Dokter

Michelle Natalia, Sindonews · Jum'at 25 Februari 2022 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 320 2553265 sri-mulyani-buka-beasiswa-lpdp-2022-untuk-pengembangan-dokter-sE4V6ttM82.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pandemi Covid-19 meningkatkan urgensi untuk melakukan reformasi dan meningkatkan kapasitas tenaga-tenaga kesehatan, terutama dokter-dokter spesialis yang bisa ditempatkan di berbagai daerah. Salah satu cara meningkatkan kapasitas tersebut melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Program untuk mendidik dokter-dokter spesialis dengan beasiswa menjadi sangat penting,” kata Sri dalam Pembukaan Beasiswa LPDP 2022 secara daring pada Jumat (25/2/2022).

LPDP akan terus merespons kebutuhan pembangunan Indonesia, baik yang sifatnya jangka pendek maupun di dalam mengembangkan kepentingan Indonesia secara strategis dalam jangka menengah panjang.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran LPDP, Ada Jalur Khusus Putra-Putri Papua dan Disabilitas

“Seperti tahun ini, di bidang kesehatan menjadi sangat menonjol. Kementerian Kesehatan meminta untuk ada alokasi LPDP yang signifikan bagi pengembangan dokter-dokter, terutama spesialis di dalam mendukung transformasi dan reformasi kesehatan. Kita juga selama pandemi ini memberikan alokasi untuk mendukung riset di bidang virus pandemi ini dan untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar Sri.

Di sisi lain, Sri menyampaikan kolaborasi juga akan terus dilakukan dan diperluas di dalam pengelolaan program LPDP.

“Tahun 2022 ini, kolaborasi untuk pengelolaan program LPDP tidak hanya dengan Kemendikbud Ristek, namun juga Kementerian Agama dan BRIN sehingga program-program strategis yang dibutuhkan untuk SDM Indonesia ke depan akan terus bisa didukung,” kata dia.

Baca Juga: LPDP 2022 Dibuka Besok, Pemburu Beasiswa Catat Ini Cara Pendaftaran dan Tahapan

Kebutuhan-kebutuhan strategis juga terus dipertajam di masa pandemi. Berbagai pihak, seperti TNI, Polri, dan BIN, turut membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi dan PPKM. Maka, Menkeu meminta kapasitas pemerintah, baik pusat dan daerah, dan instansi publik, seperti TNI, Polri, dan aparat penegak hukum untuk terus ditingkatkan.

Sementara, di bidang ekonomi dan industri-industri yang berbasiskan jasa dan kebudayaan membutuhkan kreativitas dan kualitas SDM yang baik. Indonesia juga membutuhkan keahlian yang makin beragam dari teknologi digital hingga hilirisasi dari sumber daya alam di Indonesia.

“Kita ingin mendorong industri otomotif yang berbasiskan kepada listrik. Kita memiliki sumber daya alam yang banyak, namun industri hilirisasi masih dalam tahap yang sangat dini. Ini pasti membutuhkan orang-orang yang tidak hanya sekadar pendidikannya seadanya, kita harus melatih mereka,” ujar Sri.

Adanya kebutuhan tersebut difasilitasi melalui LPDP yang akan menjadi sarana dan instrumen untuk memberikan layanan berkualitas dan inklusif, serta semakin menjangkau berbagai kalangan masyarakat luas.

“LPDP harus inklusif, responsif, dan adaptif. LPDP harus mencerminkan keinginan dan kebutuhan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Sri mulyani mengatakan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan pemihakan kepada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui beasiswa afirmasi.

“Untuk saat ini, kita menargetkan 96 kota dan kabupaten di Indonesia yang memang masuk dalam kategori 3T. Program afirmasi kepada terutama putra-putri di Papua, Maluku, Nusa Tenggara. Itu semuanya termasuk klasifikasi dari kelompok yang diberikan afirmasi,” ujar Sri.

Sri menilai setiap rakyat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan. Pemerataan kesempatan beasiswa bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan melalui pengelompokan jenis beasiswa menjadi beasiswa afirmasi, targeted group, dan reguler.

Beasiswa afirmasi ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di daerah 3T, memiliki kebutuhan khusus atau difabel, serta peserta pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau peserta bidik misi saat menempuh program sarjana strata-1 (S1).

“Kita bisa lihat LPDP sekarang mengelola dan memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia, regardless sukunya, gendernya, dari daerah manapun, maupun dari agama apapun. Ini adalah bentuk komitmen kita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bhineka. Komitmen untuk inklusi, diversifikasi, diversity menjadi sangat sangat penting,” kata Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini