Share

Presidensi G20, Bali Bersih dan Bebas Sampah pada Oktober

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Minggu 27 Februari 2022 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 27 320 2553746 presidensi-g20-bali-bersih-dan-bebas-sampah-pada-oktober-vYqcsSh5nH.jpg Bali Bersih dan Bebas dari Sampah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Bali bebas dari sampah pada Oktober tahun ini. Dirinya pun meninjau dua Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Bali, yakni TPST Padang Sambian dan TPST Mengwitani.

Luhut mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan Bali terbebas dari sampah dan akan akan direalisasikan pada Oktober atau November di tahun ini, guna menyambut sejumlah rangkaian ajang Presidensi G20.

Baca Juga: Bali Bebas Karantina, Menko Luhut: Negara Ini Harus Belajar

“Pembangunan TPST ini juga menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20 dan menuntaskan berbagai pekerjaan yang tertunda. Kita harap dalam Oktober atau November, Bali akan menjadi kota yang lebih bersih Sampah dari TPS Sarbagita akan dikelola di TPST yang akan kita bangun ini untuk segera mengurangi sampah yang ada di bali,” ungkap Menko Luhut dalam keterangan resmi, Minggu (27/2/2022).

Luhut mengatakan, teknologi yang akan digunakan di TPST ini adalah Refused Derived Fuel (RDF) seperti yang sebelumnya telah dikembangkan di Cilacap.

Baca Juga: Keren, Kawasan Kumuh Tepi Sungai Gajah Wong Disulap Jadi Wisata Air

“Akan ada sekitar 820 juta ton sampah per hari yang dikelola untuk dijadikan bahan bakar. Kita targetkan pembangunan ini selesai di Juli akhir dan bulan September bisa segera mulai beroperasi,” jelasnya.

Luhut juga meminta kelembagaan untuk mengatur dengan baik karena hasil pengelolaan sampah ini bisa menghasilkan berbagai macam produk.

“Hal ini juga menambah UMKM dan bagus sekali untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai. Di sana Menko Luhut meninjau kawasan Mangrove yang akan disiapkan untuk KTT G20.

“Pembangunan kawasan mangrove ini menjadi hal penting, karena ini akan menjadi showcase untuk para Leaders dalam rangkaian pertemuan KTT G20 nanti,”urainya.

“Saya senang dengan progress persiapannya dan yakin selesai tepat waktu. Kita juga akan memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung pembibitan mangrove disini, begitu juga dengan fasilitas pendukung lainnya untuk G20 ini,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini