Share

Keren, Kawasan Kumuh Tepi Sungai Gajah Wong Disulap Jadi Wisata Air

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 470 2546457 keren-kawasan-kumuh-tepi-sungai-gajah-wong-disulap-jadi-wisata-air-ekoOxbOM0N.jpg Kawasan Kumuh di Tepi Sungai Gajah Wong Selesai Ditata. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kawasan kumuh Tepi Sungai Gajah Wong di Yogyakarta telah ditata. Kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh di tepian sungai pun menjadi destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Kota Yogyakarta dengan konsep wisata air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan tepi sungai tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya. Hal ini dimungkinkan karena perencanaannya dilakukan bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan masyarakat.

Baca Juga: Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Mandalika Perkuat Prinsip-Prinsip Berkelanjutan

"Pemanfaatan selanjutnya menjadi peran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk memberdayakan masyarakat di kawasan tersebut dalam mengembangkan potensi kawasan," ujar Menteri Basuki, Minggu (13/2/2022).

Program penataan kawasan tepi Sungai Gajah Wong tersebut merupakan penataan skala kawasan Kota karena mencakup tiga kelurahan sekaligus yang saling berbatasan, yakni Kelurahan Muja Muju, Giwangan, dan Prenggan. Di Kelurahan Giwangan dan Prenggan penataan dilakukan dari Bendung Mrican hingga Jembatan Tegalgendu sedangkan di Kelurahan Muja-Muju dilakukan dari Jembatan Balirejo hingga Jembatan GL Zoo.

Baca Juga: Tes Pramusim MotoGP, Menparekraf: Be Faster and Stronger, Stay Safe and Enjoy Mandalika

Pekerjaan penataan kawasan kumuh di tiga kelurahan tersebut mencakup perbaikan jalan lingkungan, jalan inspeksi sekaligus pembangunan talut sebagai penguat jalan, pembangunan sanitasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), drainase, pos pantau, hydrant proteksi kebakaran, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), toilet, pendopo, ruang baca, tempat sampah, penambahan railing pagar serta lampu.

Pekerjaan penataan kawasan kumuh tersebut didanai dari APBN Tahun 2019-2020 sebesar Rp15,6 miliar ditambah dukungan dana dari APBD Kota Yogyakarta untuk perbaikan rumah warga yang terdampak penataan.

Rumah warga di sepanjang kawasan penataan kini tidak lagi membelakangi sungai. Penataan permukiman di bantaran sungai tersebut mengacu pada gerakan M3K atau mundur munggah madep kali (memundurkan rumah, menaikkan rumah dan menghadapkan rumah ke sungai).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini