JAKARTA - Exxon Mobil berencana untuk tak lagi beroperasi di Rusia. Hal itu sebagai bentuk dukungan kepada Ukraina.
Nantinya, Exxon Mobil akan keluar dari operasi-operasi di Rusia, termasuk ladang produksi minyak.
"Mengingat situasi saat ini, Exxon Mobil tidak akan berinvestasi dalam pengembangan baru di Rusia," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dikutip Antara, Rabu (2/3/2022).
BACA JUGA:Sepekan Perang Rusia-Ukraina, Ini 12 Peristiwa Penting yang Terjadi
Pihak Exxon juga menyesalkan atas keputusan yang diambil Rusia tersebut.
"Kami menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas wilayah Ukraina dan membahayakan rakyatnya," jelasnya.
Sebagai informasi dari Reuters, Exxon telah mulai mengeluarkan karyawan yang merupakan warga negara AS dari Rusia.
Di mana, perusahaan mengirim pesawat ke Pulau Sakhalin untuk mengambil staf.
Padahal, Exxon 2021 lalu telah mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Rusia.
"Bisnis Exxon di Rusia relatif kecil dalam konteks perusahaannya yang lebih luas, sehingga tidak memiliki signifikansi yang sama seperti yang dimiliki BP atau TotalEnergies, jika ingin meninggalkan aset Rusianya," ucap Anish Kapadia, direktur energi dan peneliti pertambangan Pallissy Advisors.
Baca Selengkapnya: Exxon Mobil Segera Keluar dari Rusia
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.