Share

Diblokir Visa dan Mastercard, Rusia Pakai Aplikasi China UnionPay

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 07 Maret 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 320 2557711 diblokir-visa-dan-mastercard-rusia-pakai-aplikasi-china-unionpay-SUWpZBGHQm.jpg Visa dan mastercard blokir lemabaga keuangan Rusia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Visa dan Mastercard memblokir lembaga keruangan Rusia karena melakukan invasi ke Ukraina. Sejumlah lembaga perbankan Rusia mengumumkan rencana baru untuk mengantisipasi suspensi yang dilakukan sistem keuangan global, Visa dan Mastercard.

Mengantisipasi pemblokiran tersebut, Rusia mengumumkan akan menggunakan sistem aplikasi pembayaran China, UnionPay. Bank Rusia, termasuk Sberbank, pemberi pinjaman terbesar Rusia, serta Alfa Bank dan Tinkoff mengeluarkan pengumuman mengenai peralihan ke UnionPay karena perkembangan terbaru situasi konflik di Ukraina.

Sementara sejumlah bank lain, seperti Pochta Bank, Gazprombank, Promsvyazbank, Sovcombank dan beberapa bank kecil lainnya sebelumnya telah bekerja dengan sistem operator kartu UnionPay.

Untuk diketahui, Mastercard dan Visa berjanji bakal menghentikan seluruh operasinya di Rusia dan memutus sistem pembayaran mereka terhadap semua bank di Rusia, sebagai bagian dari sanksi negara-negara Barat atas aksi Rusia di Ukraina.

Kedua sistem pembayaran itu vital bagi warga Rusia, mengingat pemegang kartu dapat menggunakannya untuk membayar dan menarik uang tunai di luar negeri, dilansir RT, Senin (7/3/2022).

Penangguhan pemakaian ini bakal membuat kartu Visa dan Mastercard menjadi tidak berfungsi kegunaannya.

Visa dan Mastercard merupakan merek sistem pembayaran internasional yang mengambil tindakan keras terhadap Rusia terkait konflik Ukraina. Sebelumnya, perusahaan seperti PayPal, Netflix, Intel, Inditex, Airbnb, dan Rolls Royce mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan pasar negara itu.

UnionPay, adalah sistem pembayaran internasional yang didirikan pada tahun 2002, yang telah menerima status internasional pada tahun 2005. Berkantor pusat di Shanghai, perusahaan beroperasi di lebih dari 180 negara di seluruh dunia, termasuk Swiss, Yunani, Italia, Spanyol, Jerman, Meksiko, Siprus, Thailand, India, Israel, Portugal, Kroasia, Polandia, Serbia, Hongaria, dan Austria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini