Share

Tidak Bisa Galang Donasi di RI, Dubes Ukraina Ungkap Penyebabnya

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 07 Maret 2022 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 320 2557801 tidak-bisa-galang-donasi-di-ri-dubes-ukraina-ungkap-penyebabnya-nRwCdZwKJi.JPG Dubes Ukraina (Foto: MPI)

JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengatakan bahwa pihaknya mencoba untuk menolong rakyat Ukraina, khususnya dalam hal donasi. Di mana sudah banyak orang yang datang dan berkeinginan untuk mengirimkan donasi kepada rakyat Ukraina yang terdampak perang.

"Jadi kami bisa mengumpulkan (donasinya) dan mengirimkannya ke Ukraina. Tapi, saya menerima berita bahwa kami ternyata tidak bisa membuka rekening terbuka untuk mengumpulkan donasi di Indonesia karena regulasi yang ada," ujar Vasyl kepada MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Senin (7/3/2022).

Dia mengatakan, ini karena ada aturan di mana perwakilan asing di Indonesia tidak dibolehkan oleh undang-undang untuk melakukan kegiatan penggalangan dana (fundraising).

"Ini berarti, kami tidak bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan karena itu tidak diberikan, dan kami tidak bisa menggalang dana karena tidak bisa membuka rekening. Hari ini salah satu bank menolak permintaan kami untuk membuka rekening ini karena aksi ini dinilai ilegal," ungkap Vasyl.

Dia menuturkan bahwa karena hal ini, pihaknya tidak bisa membuka rekening untuk menggalang dana yang ingin disumbangkan oleh orang-orang Indonesia. Namun, Vasyl mengakui bahwa banyak orang yang sudah menghubunginya untuk meminta rekening dan siap mengirimkan donasi.

"Ini aneh, dan dalam situasi ini, kalau benar, saya berekspektasi pemerintah Indonesia bisa menolong kami untuk mengidentifikasikan galangan dana lokal, bukan asing. Jadi mungkin ada lembaga penggalang dana kemanusiaan lokal atau organisasi sipil seperti PMI," terangnya.

Dia mengatakan, mungkin ada organisasi semacam itu di Indonesia yang bisa dipercayai. Di Ukraina, banyak terdapat organisasi atau lembaga dermawan atau fundraising yang dikhususkan untuk bidang tertentu seperti untuk yayasan yatim piatu dan anti-kanker.

"Jadi, kami butuh pemerintah Indonesia untuk membantu menunjukkan kepada kami lembaga fundraising itu yang ada di Indonesia, yang terpercaya, sehingga mereka bisa mengumpulkan dana tersebut dari warga Indonesia dan kami bisa mengirimkan bantuan donasinya ke rekening pemerintah Ukraina," pungkas Vasyl.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini