Di mana, pada awalnya thrift hanya menyentuh kalangan bawah atau ekonomi sulit.
Untuk menjangkau pembeli, baju-baju thrift juga dijual secara online. Adapun konsumen yang dituju merupakan kalangan anak-anak muda yang mengetahui merek.
Di Indonesia sendiri, peredaran baju thrift cukup menjamur diikuti dengan permintaan masyarakat.
(Zuhirna Wulan Dilla)