JAKARTA – Mal Evropeisky di Ibu Kota Moskow pernah menjadi simbol Rusia yang terintegrasi dengan ekonomi konsumen-konsumen di dunia. Atrium-atrium di mal itu dinamai dengan nama kota-kota terkenal, seperti London, Paris, dan Roma.
Namun, kini sebagian besar pusat perbelanjaan tujuh lantai itu menjadi sepi setelah merek-merek terkenal Barat, dari Apple hingga Victoria's Secret, menutup operasi mereka di Rusia dalam dua minggu terakhir sejak negara itu menginvasi Ukraina.
Associated Press melaporkan ratusan perusahaan telah mengumumkan rencana yang sama sebagai langkah untuk membatasi hubungan dengan Rusia. Keputusan perusahaan-perusahaan multinasional untuk hengkang dari Rusia juga semakin meningkat dalam seminggu terakhir menyusul kekerasan mematikan dan krisis kemanusiaan di Ukraina yang memburuk, dan ditambah eskalasi sanksi ekonomi yang diterapkan pemerintah Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa jika perusahaan asing menutup produksi di Rusia, dia berencana untuk membawa manajemen luar dan kemudian mentransfer perusahaan-perusahaan ini kepada mereka yang ingin bekerja.
Rancangan undang-undang memungkinkan pengadilan Rusia untuk menunjuk administrator eksternal bagi perusahaan yang berhenti beroperasi dan setidaknya 25% sahamnya dimiliki asing. Partai Rusia Bersatu yang berkuasa mengatakan jika pemilik menolak untuk melanjutkan operasi atau menjual saham miliknya, saham perusahaan dapat dilelang. Mereka menyebutnya sebagai langkah pertama menuju nasionalisasi.