Share

Harga Emas Turun Hampir 2% Dibanderol USD1.929/Ounce

Antara, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 320 2562345 harga-emas-turun-hampir-2-dibanderol-usd1-929-ounce-mG4FTY0DvG.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas jatuh hampir 2% ke level terendah dalam dua minggu terakhir di akhir perdagangan Selasa. Harga emas turun karena kemajuan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina ditambah kemungkinan kenaikan suku bunga AS mengurangi permintaan terhadap aset-aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange tergelincir USD31,1 atau 1,59% menjadi USD1.929,70 per ounce. Emas berjangka menetap di bawah level psikologis USD2.000 untuk hari ketiga berturut-turut, terakhir ditutup di atas USD2.000 pada 10 Maret.

Baca Juga: Emas Antam Turun Rp7.000 Hari Ini, Cek Daftar Harganya

"Ada kebutuhan yang lebih rendah untuk tempat berlindung yang aman saat ini mengingat pembicaraan damai di Ukraina, kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan datang dan beberapa kemunduran harga-harga komoditas secara keseluruhan," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Antara, Rabu (16/3/2022).

Pembicaraan antara Rusia dan Ukraina, membahas gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina sedang berlangsung, kata salah satu negosiator Ukraina.

Baca Juga: Emas Anjlok 1,2% di Tengah Perundingan Damai Rusia-Ukraina

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu waktu setempat untuk melawan inflasi yang melonjak.

Prospek kenaikan suku bunga AS pertama dalam tiga tahun mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS ke tertinggi multi-bulan. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Langkah kenaikan suku bunga pertama AS cukup sering menandakan titik rendah emas, jadi kita akan melihat sinyal seperti apa yang mereka kirim besok, dan seberapa hawkish pernyataan mereka, yang mungkin akan menentukan prospek jangka pendek dari sini,” kata Analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa harga grosir AS naik tajam 0,8% pada Februari. Hal ini menandakan bahwa inflasi AS terpanas dalam 40 tahun tidak mungkin mereda di musim semi.

Kenaikan harga grosir selama setahun terakhir bertahan di 10 persen untuk bulan kedua berturut-turut, level tertinggi dalam beberapa dekade.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 14 sen atau 0,55% menjadi USD25,158 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD49,8 atau 4,73% menjadi USD1.002,5 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini