Share

IHSG Tembus 7.000, Besok Cetak Rekor Lagi?

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 278 2566027 ihsg-tembus-7-000-besok-cetak-rekor-lagi-oeuWyBkwuS.jpg IHSG Menguat dan Cetak Rekor di Level 7.000. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor dengan menembus level 7.000. IHSG pun terlihat akan melanjutkan rekor dengan mencapai All Time High (ATH).

VP Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Al Fatih mengatakan, jika dilihat dari pergerakan regional sebenarnya bursa Asia bergerak mixed. Namun, Al Fatih melihat hanya IHSG yang cukup menarik karena beberapa sektor saham dan berpeluang kembali pecah rekor di atas 7.000.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Meroket ke 7.000, Transaksi Perdagangan Rp13 Triliun

"Hari ini kita juga menarik sih karena penguatan dari indeks kita cukup merata ya, dari infrastruktur kemudian finance tentunya dan basic industry termasuk juga dari industrial, jadi hampir semua lah hanya beberapa sektor aja yang masih tertekan," ujar Al Fatih kepada MNC Portal, Selasa (22/3/2022).

Menurut Al Fatih, dengan penguatan beberapa sektor saham yang masih melanjutkan kenaikan cukup besar dibandingkan sebelumnya, maka setiap kali IHSG mendekati resisten di sekitar 6.650-7.000 akan terjadi tekanan jual.

Baca Juga: Aksi Ambil Untung Bikin IHSG Sulit Tembus 7.000

"Nah ini memang 2-3 hari yang lalu terjadi tekanan jual tapi di 6.930 itu rebound. Nah hari ini melanjutkan rebound yang terjadi kemarin. Saya mengharapkan sih dengan cukup meratanya sektor ini indeks kita masih bisa mencapai harga tertinggi barangkali sampai intraday ya sekitar 7.030-an," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Memang suku bunga Amerika Serikat itu menjadi suatu ancaman bagi bursa, kata Al Fatih, tetapi bisa jadi juga kita emerging market, maka mereka mencari negara yang berpeluang seperti Indonesia karena ada income di komoditas.

"Jadi akan berdampak pada kenaikan di sektor ini dan pertumbuhan negara kita. Intraday kita sempat di 7.031 kalau terjadi koreksi 6.970-6.930 kemungkinan akan tertahan disana," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini