Dari keterangan Erick, BUMN memiliki luas lahan perkebunan sawit sebesar 4% dengan kontribusi nasional sebesar 7%. Sementara produsen swasta menguasai 56% atas lahan perkebunan kelapa sawit secara nasional.
Kondisi ini dinilai Erick dapat meningkatkan peran dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng bila swasta mampu memaksimalkan perannya.
Erick mencatat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi. Kerukunan dan stabilitas yang terjaga akan mendongkrak roda perekonomian lebih baik. Bagi Erick isu minyak goreng akan memiliki dampak negatif bagi ekonomi Indonesia.
"Yang namanya ekonomi perlu ada kerukunan. Kalau ingin ekonomi kita tumbuh perlu ada kerukunan itu," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)