Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut, Erick Thohir: Kita Terus Perbaiki Fasilitas

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Kamis, 24 Maret 2022 |16:14 WIB
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut, Erick Thohir: Kita Terus Perbaiki Fasilitas
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut (Foto: Dokumen Kemenhub)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan jalur kereta api Cibatu-Garut yang sudah tidak beroperasi selama hampir 40 tahun pada hari ini.

Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Menhub dan jajarannya yang terus memberikan dorongan agar tidak berhenti melayani dan tetap membangun meski di tengah pandemi.

“Di kala penumpangnya hanya sekitar 15% akibat pandemi, kita buktikan terus memperbaiki fasilitas yang ada untuk memperkuat logistik dan juga pariwisata,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Stasiun Garut Diresmikan, Tiket ke Pasar Senen Disubsidi

Erick Thohir berharap, pemerintah daerah juga turut mendorong kami untuk memudahkan investasi ini. “Karena kadang kami mau hadir tetapi investasi di daerahnya sulit. Kita lihat Pak Bupati Garut bersama warga justru mendorong pembangunan kereta api ini sehingga bisa berjalan baik,” katanya.

Usai peresmian, Erick juga memantau langsung persiapan fasilitas Stasiun Garut. Stasiun yang berada di pusat kota itu terlihat tetap terjaga kelestariannya karena menjadi bagian dari sejarah.

“Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan, salah satu fokus kami adalah melayani penumpang yang beribadah puasa nyaman dalam menjalankan dengan segala fasilitas di stasiun dan kereta selama perjalanan. Untuk pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman, kami pastikan semua fasilitasnya nyaman,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api sebagaimana diatur dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional dan kehadiran jalur kereta ini disambut antusias oleh masyarakat Garut dan sekitarnya.

“Saking antusiasnya, beberapa warga Garut sampai ikut dalam uji coba jalur ini. Salah satunya seorang bapak berusia 52 tahun yang mengaku terakhir melihat kereta yang melintas ini saat masih SD. Beliau mengaku sangat menanti dan merindukan kehadiran kereta api di Garut yang menyimpan banyak kenangan,” kata Menhub.

Menhub menuturkan, sejumlah warga yang turut ikut dalam uji coba ini bahkan ada yang rela datang dari sejumlah daerah seperti Purwakarta menuju Garut.

“Saya ikut merinding mendengar betapa antusiasnya warga Garut bahkan yang jauh-jauh datang dari kota lain untuk ikut uji coba. Mereka bilang terkesima dengan indahnya pemandangan di sepanjang jalur Cibatu-Garut,” ujarnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Erick (Menteri BUMN) dan juga Dirut PT KAI yang memberikan dukungan kepada Kemenhub untuk menjalankan visi misi Presiden yaitu memastikan konektivitas ke seluruh daerah dalam rangka mempersatukan Indonesia. Semoga kehadiran pelayanan kereta api ini bisa memberikan nilai tambah bagi daerah Garut dan sekitarnya,” katanya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengungkapkan Jalur Garut - Cibatu dibuka pertama kali pada tahun 1889 dan berhenti beroperasi pada tahun 1983.

“Melihat potensi yang ada, KAI mulai melakukan proses reaktivasi jalur tersebut sejak 2018. Dalam reaktivasi jalur sepanjang 19 km tersebut, juga dioperasikan kembali 3 stasiun yaitu Stasiun Garut, Wanaraja, dan Pasirjengkol. apresiasinya kepada seluruh pihak sehingga reaktivasi jalur Cibatu - Garut dapat terealisasi,” katanya.

Setelah direaktivasi, kini Stasiun Garut memiliki bangunan baru yang menyediakan ruang pelayanan pelanggan, ruang VIP, ruang laktasi, pos kesehatan, ruang keamanan, masjid, toilet difabel, area UMKM, area komersial, ATM, area bermain anak, dan fasilitas lainnya. KAI juga masih menjaga keaslian gedung Stasiun Garut yang lama sebagai bentuk pelestarian bangunan bersejarah.

Didiek mengatakan, latar belakang dan tujuan dari pengoperasian KA ini adalah untuk menyediakan jasa transportasi kereta api yang terjangkau untuk masyarakat Garut dan sekitarnya yang akan melakukan perjalanan ke luar kota.

“Sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Garut khususnya dari potensi kebangkitan wisata, termasuk membantu para pengusaha kecil di sekitar stasiun dalam memasarkan produk lokal mereka dengan kehadiran Pojok UMKM,” pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement