Share

Wapres: Pisang Jadi Buah Ekspor Terbesar Kedua Setelah Manggis

Binti Mufarida, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 320 2570282 wapres-pisang-jadi-buah-ekspor-terbesar-kedua-setelah-manggis-lsvD6b9yDK.jfif Wapres sebut pisang jadi ekspor terbesar kedua setelah manggis. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan ekspor pisang mencapai 5.500 ton per Mei 2021.

Mengingat, produksi pisang Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pada tahun 2020 produksi pisang mencapai lebih dari 8 juta ton.

“Sementara, volume ekspor pisang mencapai 5.500 ton per Mei 2021. Ini terbesar kedua setelah ekspor buah manggis. Jadi kita pertama manggis, nomor dua itu pisang,” ungkap Wapres saat menghadiri panen perdana pisang cavendish dalam rangka program pengembangan hortikultura berorientasi ekspor di Desa Pulung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (30/3/2022).

 BACA JUGA:Wapres Maruf Resmikan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia

Bahkan, kata Wapres, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan penghasil pisang terbesar di Indonesia.

“Saat ini kita berada di Provinsi Jawa Timur yang pada tahun 2020 adalah penghasil pisang terbesar di Indonesia, dengan total lebih dari 2,6 juta ton atau sebesar 32 persen dari produksi pisang nasional," jelasnya.

Wapres pun menyambut baik upaya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menginisiasi Program Pengembangan Hortikultura untuk Peningkatan Ekspor dan Ekonomi Daerah.

“Semoga upaya ini menjadi jembatan untuk meningkatkan ekspor dan kesejahteraan para petani pisang,” paparnya.

“Program ini bisa berhasil berkat dukungan mitra usaha tani. Kehadiran mitra terbukti meningkatkan penghasilan petani. Sebagai contoh, tadi disebut oleh Pak Sekretaris Menteri, di Kabupaten Tanggamus program ini telah meningkatkan pendapatan petani pisang hingga 4,1 juta per hektar per program,” katanya.

 BACA JUGA:Wapres Maruf Resmikan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia

Dia menjelaskan, pola kemitraan di sektor pertanian sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga menggerakkan sumber daya pedesaan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing.

“Bagi petani, kemitraan dapat mengatasi masalah pembiayaan usaha pertanian, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkannya. Sementara itu, perusahaan juga akan memperoleh persediaan bahan baku yang berkualitas,” bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini