Share

Duh! Pertamina Bisa Rugi Rp150 Triliun jika Harga Pertamax Tak Naik

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 320 2570441 duh-pertamina-bisa-rugi-rp150-triliun-jika-harta-pertamax-tak-naik-ZCXRUsPioR.jpg Pertamina Bisa Rugi Rp150 Triliun (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bisa rugi hingga Rp150 triliun jika harga Pertamax tidak naik. Hingga saat ini, harga Pertamax belum naik dan masih dijual Rp9.000 per liter.

Meski sudah mendapat persetujuan dari DPR dan Kementerian BUMN, harga Pertamax tak kunjung naik. Namun, dikabarkan harga Pertamax akan naik pada 1 April 2022.

Padahal, beban keuangan negara dan Pertamina selaku BUMN penyalur BBM tersebut sudah tertekan.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp12.000 Berlaku 1 April? Ini Kata Pertamina

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, Pertamina bisa rugi hingga Rp150 triliun jika harga Pertamax tidak dinaikkan. Apalagi, Pertamina juga memberikan subsidi terhadap Pertalite.

"Untuk RON 90 Pertalite di 2021 konsumsinya 24 juta kilo liter (KL). Selisih harganya, karena sekarang harga jualnya Rp7.650 per liter. Harga keekonomiannya disebutkan Rp12.000 - Rp13.000, jadi selisihnya cukup signifikan," ungkap Komaidi dalam Market Review IDX Channel, Rabu (30/3/2022).

Untuk selisih harga Pertalite Rp1.000 per liter, paling tidak perusahaan harus menanggung subsidi Rp24 triliun. Jika selisihnya sekitar Rp4.000 hingga Rp6.000 per liter, maka totalnya bisa mencapai Rp144 triliun.

"Ini baru BBN RON 90 (Pertalite), belum RON 92 (Pertamax)," ujar Komaidi.

Penjualan Pertamax, lanjutnya, mencapai 6-7 juta KL. Jika ditotalkan dengan Pertalite, untuk selisih harga Rp1.000 per liter, subsidi yang harus ditanggung bisa mencapai Rp30 triliun.

"Kalau selisihnya Rp5.000, bisa sekitar Rp150 triliun per tahunnya. Untuk kondisi perusahaan saya kira numbernya besar sekali," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini