Share

Panen Raya, Produksi Padi RI Melimpah

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 320 2571696 panen-raya-produksi-padi-ri-melimpah-W2tPXqzjln.jpg Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian memperkirakan produksi padi pada tahun ini bisa melimpah. Hal tersebut dikarenakan panen raya yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan ketika memasuki musim panen, harga beras di pasaran di prediksi bakal mengalami penurunan.

Meski demikian menurutnya perlu dukungan Kementerian/Lembaga untuk menjaga harga gabah ditingkat petani.

 BACA JUGA:BPS: Produksi Padi Melimpah di Maret 2022, Harga Gabah dan Beras Turun

"Penurunan ini tandanya kita akan menghadapi gelombang panen raya yang berlangsung di mana-mana. Karena itu saya meminta semua pihak yang terlibat agar waspada untuk menyerap gabah petani," kata Kuntoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4/2022).

Berdasarkan data BPS, rata rata harga gabah dan beras di bulan Maret 2022 ini turun di semua level, dimana gabah petani penurunannya mencapai 5,76 persen, beras penggilingan 0,49 persen, beras grosir 0,08 persen dan beras eceran turun 0,23 persen.

Kuntoro mengatakan, Kementan telah memiliki program jangka panjang, yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang berperan dalam penyerapan gabah petani.

Namun, peran kostraling perlu mendapat dukungan dari lembaga dan Kementerian lain.

"Yang pasti kostraling terus bekerja dan siaga mengawal panen raya tahun ini. Akan tetapi kami juga membutuhkan dukungan dari lembaga dan Kementerian lainnya agar penyerapan gabah petani lebih optimal," sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, merujuk data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras selama Maret 2022 relatif stabil, dimana kualitas bawah I dan super I masing masing seharga Rp11.800 dan Rp13.100 per kilogram.

 BACA JUGA:Luas Panen Padi Berkurang, Kemarau hingga Bencana Jadi Penyebabnya

BPS juga merilis Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Maret tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 109,29 atau naik 0,42 persen (MtoM).

Meningkatnya NTP menandakan bahwa indeks harga yang diterima petani jauh lebih tinggi jika dibandingkan indeks yang dibayar petani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini