Share

Jeritan Pedagang Dengar Isu Harga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 03 April 2022 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 03 320 2572293 jeritan-pedagang-dengar-isu-harga-gas-elpiji-3-kg-bakal-naik-IVxN6eQVPm.jpg Jeritan pedagang dengar isu elpiji 3 kg bakal naik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sinyal bahwa akan terjadi kenaikan elpiji ukuran 3 kg.

Melihat berita yang beredar, masyarakat khususnya para pedagang merasa pusing jika memang benar gas elpiji 3 kg akan dinaikkan.

Pasalnya, mereka sudah kesulitan mengatur harga baru untuk minyak goreng, apalagi jika ditambah dengan gas.

Salah satu pedagang telur gulung di Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur bernama Dani Kusuma (28) mengatakan, belum mengetahui kalau ada rencana untuk menaikan gas elpiji 3 kg.

 BACA JUGA:Pedagang Warteg Menangis jika Elpiji 3 Kg Naik

Namun, dia merasa tidak setuju kalau akan dinaikkan.

"Tidak (setuju), soalnya kan ini minyak baru naik, kemarin kita naikin harganya waktu minyak goreng naik saja langsung sepi," kata Dani kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (2/4/2022).

Hal tersebut membuat Dani mengurungkan niat untuk menaikan barang daganganya.

Dani menjelaskan, dalam satu hari berjualan dirinya menghabiskan minyak setidaknya enam bungkus minyak goreng kemasan kurang 2 liter. Minyak tersebut beli Dani dengan harga Rp50.000.

Untuk penggunaan gas sendiri, dalam sehari Dani menghabiskan dua tabung ukuran 3Kg.

Salah satu pedagang gorengan di tempat yang sama bernama Rohim mengaku saat ini menggunakan gas 3 kg untuk berjualan gorengan sehari-harinya.

Rohim berharap pemerintah mengurungkan niatnya untuk menaikkan harga gas 3 kg.

"Kalau bisa jangan naik dulu lah, minyak naik, gas naik, sekarang harga gorengan sudah naik, Rp5.000 dapat 3," sambungnya.

Rohim pun belum punya perhitungan baru untuk menyesuaikan harga dagangannya lagi jika harga gas elpiji 3 kg mengalami kenaikan harga.

"Gak tau sih saya juga masih bingung, dinaikkin juga (harga gorengan), masyarakat banyak yang tidak setuju," lanjutnya.

Pedadang lainnya bernama Komo yang berjualan siomay keliling juga merasa keberatan.

"Saya sih merasa keberatan, (sekarang) sagu naik, tahu naik, semuanya pada naik, sayur juga, ya mungkin menaikan harganya lah (somay), misal 10 ribu dapat 10 ya jadi 8," ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) sangat menyangkan jika harga gas elpiji 3 kg mengalami kenaikkan.

 BACA JUGA:Harga Gas Elpiji Mahal, Kompor Listrik Jadi Pilihan?

Sebab kenaikan harga minyak goreng yang kemarin saja, pedagang masih sulit untuk menyesuaikan harga dagangannya.

"Kami sangat menyayangkan, karena kemarin minyak baru naik, sekarang itu masih susah, daya beli belum pulih, penjualannya juga belum siginifikan," kata Mukroni.

"Gak masuk hitungan, kalau semua naik, kalau gas itu kan vital, kita mau pakai apa lagi selain gas, kita mau ganti pakai kayu, pakai listrik? nangis darah kalau sampai naik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini