JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan antisipasi untuk peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2022 ini.
Antisipasi ini akan melalui berbagai cara mulai dari edukasi hingga kerja sama dengan berbagai instansi.
"Terutama edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif peredaran uang palsu di Indonesia," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media di Jakarta, Senin (4/4/2022).
BACA JUGA:Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Seorang Remaja Dihajar Warga
Adapun pencegahan peredaran uang palsu juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas uang rupiah agar tak mudah dipalsukan.
Di mana dengan kerja sama bersama berbagai instansi terkait seperti kepolisian, Badan Intelijen Nasional (BIN), dan lain-lain pun turut diperlukan.
Menurutnya, peredaran uang palsu di Tanah Air kian menurun dari tahun ke tahun, seiring dengan kesadaran masyarakat akan keaslian uang rupiah.
Hal ini dilihat dari indikator besaran uang palsu yang ditemukan dalam peredaran satu juta lembar uang rupiah.
Dia menyebutkan pada tiga tahun lalu, rata-rata uang palsu yang ditemukan dalam satu juta lembar uang rupiah adalah sebanyak sembilan lembar.
Tapi, angka tersebut menurun menjadi sebanyak lima lembar pada dua tahun lalu dan sebanyak empat lembar pada tahun lalu.