Dia menjelaskan, Kementerian lainnya juga memiliki peranan yang sama kuat sebenarnya untuk melawan 'terorisme' ekonomi seperti yang disebut Misbakhun.
Dia menambahkan kalau negara sudah terlalu banyak memberikan fasilitas kepada para perusahaan minyak goreng untuk menanam hingga memproduksi dan menjual CPO ke Indonesia.
BACA JUGA:CPO Turun, Harga Minyak Goreng Gimana?
"Hutan kita sudah 13 juta hektar yang berada dalam lahan sawit, kita ini ibarat ayam mati di lumbung padi, penghasil batu bara terbesar harga energinya mahal, sama seperti minyak goreng," tuturnya.
"Ini sifatnya harus ancaman (produsen minyak goreng), karena sudah mengganggu ekonomi negara hingga sistem sosialnya negara, dan itu harus dilakukan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)