Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan karena Pandemi, Pelaku UMKM Akui Kini Masih 'Babak Belur'

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 12 April 2022 |13:04 WIB
Bukan karena Pandemi, Pelaku UMKM Akui Kini Masih 'Babak Belur'
Ilustrasi UMKM RI. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang sudah mulai melandai seharusnya menjadi momentum pemulihan para UMKM.

Namun, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia Sharmila Yahya mengatakan, kondisi pasca pandemi seperti saat ini pun tidak jauh berbeda.

Dia menyebut, jika UMKM pada saat pandemi keuntungannya tergerus akibat kebijakan pembatasan masyarakat, tapi kini para UMKM harus rela mencari celah keuntungan yang tipis ditengah naiknya bahan pokok hingga pajak yang ditetapkan pemerintah.

Dia menjelaskan, saat Covid-19 melanda, terjadi pengurangan produksi artinya tenaga kerja yang digunakan pun juga berkurang, maka selama pandemi pemutusan kerja dilakukan di banyak sektor.

Dia menjelaskan ketika minyak goreng memiliki harga yang cukup tinggi, dan berbarengan dengan pajak PPN yang naik dari 10% menjadi 11% setidaknya sudah menggerus provit para pengusaha sebesar 30%.

Keuntungan yang makin tergerus itu tentunya akan membuat para UMKM menjadi lebih lama untuk bangkit.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement