JAKARTA – Mahalnya harga minyak goreng dan kedelai dikeluhkan para pengrajin tahu. Salah satunya perajin tahu asal Way Tuba, Kabupaten Way Kanan Lampung yang kesulitan karena kenaikan harga minyak goreng dan kedelai.
Pengrajin Tahun Ahmad Zairi bahkan mengatakan, selain harga mahal ketersediaan bahan baku kedelai juga minim. Tak hanya kedelai, dia juga mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng. Dia mengatakan jika harga kedelai naik yang dari Rp9.000 melonjak menjadi Rp12.500.
Tak hanya kedelai bahan baku seperti minyak goreng pun juga ikut naik yang semula di harga Rp14.000 ternyata di pasaran mencapai Rp25.000.
"Kesulitanlah masalah bahan baku naik, barangnya juga susah didapat bang,terutama kayak minyak, yang katanya Rp14.000 ternyata di pasaran mencapai Rp25.000. Di samping itu harga kedelai yang tadinya Rp9.000 naik jadi naik naik terus hingga saat ini mencapai Rp12.500," kata Ahmad Zairi, Selasa (12/4/2022).
Meski demikian Ahmad Zairi tidak berkecil hati dan berusaha untuk lebih keras agar usahanya tetap berjalan dengan lancar walaupun omzet tidak begitu banyak. Untuk menyiasatinya, perajin tahu ini mengecilkan hasil produksinya. Ini dilakukannya agar tetap berproduksi saat pandemi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)