Share

Harga Minyak Goreng Curah Rp14.000 Tak Ada di Pasar

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 320 2577640 harga-minyak-goreng-curah-rp14-000-tak-ada-di-pasar-svstOfDcmj.jpg Harga Minyak Goreng Curah Belum Rp14.000. (Foto: Okezone.com/MPI)

BOGOR - Panja Pangan dan Barang Kebutuhan Pokok Komisi VI DPR melakukan kunjungan ke Pasar Cibinong, Jawa Barat. Hal ini memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan barang pokok (bapok) selama Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam kunjungan tersebut hadir Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, Bulog, ID Food, Berdikari, Satgas Pangan dan Bupati Bogor.

"Kita datang untuk melihat kondisi stok pangan yang ada di Pasar Cibinong ini supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang hari raya Idul Fitri. Yang kita pantau hari ini adalah kondisi harga-harga," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal di Pasar Cibinong, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Mahal dan Tarif PPN Naik Bikin Keuntungan UMKM Tergerus 30%

Dari kegiatan tersebut, Hekal menyampaikan bahwa harga minyak goreng curah masih dibanderol di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.

"Temuan kami di dalam pasar, minyak goreng curah masih belum dihargai Rp14.000 sebagaimana yang diharapkan," ungkapnya.

Selain itu, dia juga mendapati harga daging sapi masih tinggi. Namun ia tidak menampik kondisi ini, bahkan diprediksikan harganya akan cenderung lebih tinggi lagi hingga hari raya Idul Fitri tiba.

"Kita lihat harga daging juga masih tinggi dan di perkirakan akan cenderung lebih tinggi lagi sampai Idul Fitri. Itu yang menjadi concern kami," jelas Hekal.

Baca Juga: 7 Perusahaan Minyak Goreng Takut Ketemu KPPU, Ada Apa?

Untuk telur, lanjut dia, harga di pasaran dipatok Rp 24.000 per kilogram. Ia menyebut harga tersebut masih di batas aman untuk pedagang dan konsumen. Sebab, biaya produksi dari peternak sudah di level Rp21.000 per kilogaram.

"Harga telur Rp24.000 ini akan terus kami jaga untuk kepentingan masyarakat yang beternak, dan bagi konsumen juga masih terjangkau," tuturnya.

Kemudian, Hekal menambahkan, untuk tahu dan tempe, harganya masih mahal. Adapun penyebabnya karena harga bahan baku masih impor.

Maka dari itu, ia meminta Kementerian Perdagangan berserta satgas pangan bisa mengendalikan hal ini supaya menjelang hari raya Idul Fitri seluruh masyarakat bisa menyambut dengan kondisi harga komoditas yang terjangkau.

"Harapan kami dari Komisi VI, masyarakat jangan dibikin susah karena harga pangan yang mahal ataupun barangnya langka," pungkas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini