Share

3 Indeks Wall Street Turun, Saham Tesla Anjlok 1,7%

Antara, Jurnalis · Jum'at 15 April 2022 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 278 2579417 3-indeks-wall-street-turun-saham-tesla-anjlok-1-7-VnioHN3tCc.jpg Wall Street Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Wall Street tertekan imbal hasil obligasi yang melanjutkan kenaikannya dan investor memantau laporan laba perusahaan yang beragam.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 113,36 poin atau 0,33% menjadi 34.451,23 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 54 poin atau 1,21% menjadi 4.392,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 292,51 poin atau 2,14% menjadi 13.351,08 poin.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, saham sektor teknologi bernasib paling buruk dengan menurun 2,5%. Ketiga indeks saham utama AS membukukan kerugian mingguan menjelang liburan Jumat Agung.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Investor Khawatir Kebijakan The Fed

"Ini adalah kombinasi dari kekhawatiran yang terus berlanjut. Ini adalah musim (laporan) laba yang beragam sejauh ini, dan itu, ditambah dengan inflasi yang tinggi dan The Fed yang hawkish telah menyebabkan penjualan menjelang liburan akhir pekan," kata Kepala Strategi Pasar LPL Financial Ryan Detrick, dikutip dari Antara, Jumat (15/4/2022).

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun menekan saham-saham pertumbuhan. Hal ini membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq jauh ke wilayah negatif. Sementara indek Dow membukukan kerugian yang lebih moderat.

"Imbal hasil yang lebih tinggi menekan saham-saham pertumbuhan yang lebih tinggi, mereka terpukul ketika imbal hasil bergerak lebih tinggi," kata Detrick.

Baca Juga: Saham Energi dan Teknologi Lesu, Wall Street Anjlok

Kuartet bank besar AS menggeser musim pelaporan kuartal pertama menjadi overdrive, dengan Goldman Sachs Group Inc, Citigroup Inc, Morgan Stanley, dan Wells Fargo & Co semua membukukan hasil.

Sementara keempatnya mengalahkan perkiraan Wall Street, mereka juga melaporkan penurunan laba yang tajam. Reaksi harga saham mereka beragam, dan terakhir bergerak naik 1,6 persen (Citigroup) hingga turun 4,5% (Wells Fargo). Indeks S&P 500 Keuangan yang lebih luas turun 1,0 persen.

"Ada beberapa kekhawatiran musim laporan keuangan ini," tambah Detrick.

Sejumlah data ekonomi menunjukkan lonjakan harga bensin membantu penjualan ritel mengalahkan konsensus dan mendorong lonjakan harga impor terbesar dalam hampir 11 tahun.

Data tersebut sejalan dengan indikator terbaru lainnya, yang tampaknya memperkuat tindakan pengendalian inflasi yang agresif dari Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang, termasuk serangkaian kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Ketua Tesla Inc, Elon Musk, menawarkan untuk menjadikan Twitter Inc go private dengan penawaran tunai USD41 miliar. Saham perusahaan media sosial itu terombang-ambing sepanjang sesi tetapi ditutup jatuh 1,7%.

Musim pelaporan keuangan kuartal pertama masih dalam tahap awal, dengan 34 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan.

Analis sekarang memperkirakan agregat pertumbuhan laba tahunan S&P 500 sebesar 6,3%, kurang optimis dari pertumbuhan 7,5 persen yang diproyeksikan pada awal tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini