Zhang lahir di Taiwan pada 1948, dia adalah seorang anak dari keluarga petani.
Zhang menyelesaikan kuliahnya jurusan pertanian, setelah itu bekerja di pabrik untuk memproduksi sepatu wanita.
Semua bisnisnya itu dari uang tabungannya sampai akhirnya Zhang mendirikan beberapa usaha alas kaki di Taiwan dan Guangdong di China selatan pada 1980-an.
Dilanjut, pada 1990, Zhang mendirikan Liangxing Industrial dengan mitra di Hong Kong. Liangxing Group go public di Hong Kong pada 1995, kemudian berganti nama menjadi Symphony Holdings.
Adapun Zhang mendirikan Huali di Zhongshan, sebuah kota daratan China dekat Hong Kong pada 2004. Lalu, dia dan keluarganya membeli aset dari Symphony pada 2014 untuk mengembangkan Huali saat dia berhenti menjabat sebagai direktur Symphony pada tahun yang sama.
BACA JUGA:Kisah 5 Orang Terkaya Indonesia Pilih Jadi Mualaf hingga Bangun Ratusan Masjid
Kini, Huali juga beroperasi di Vietnam, Myanmar dan Republik Dominika. Zhao Shuli, seorang analis di Industrial Securities di Shanghai menulis dalam laporannya, prospek perusahaan milik Zhang bagus.
"Meskipun lingkungan konsumen global dilanda pandemi pada tahun 2020, Huali telah mempertahankan kapasitas dan pengiriman yang stabil. Lokasi pabrik globalnya sampai batas tertentu membantunya mencapai pertumbuhan laba yang lebih baik daripada rekan-rekan industri," tulis Zhao.
Diketahui, Huali melaporkan pendapatan 13,9 miliar yuan pada tahun lalu.
Untuk laba bersihnya tercatat sebesar 1,9 miliar yuan, meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya. Tetapi Zhao mencatat, pandemi dan ketergantungan perusahaan pada klien besar tertentu dapat menghambat pertumbuhannya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.