Share

Kekurangan Migas Imbas Beri Sanksi Rusia, Eropa Bakal Minta Pasokan Negara Timur Tengah?

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 320 2591601 kekurangan-migas-imbas-beri-sanksi-rusia-eropa-bakal-minta-pasokan-negara-timur-tengah-swguO6ucXJ.jfif Eropa kekurangan pasokan migas imbas beri sanksi Rusia. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Negara-negara Eropa menjatuhkan berbagai sanksi kepada Rusia atas invasi militernya ke Ukraina. Namun, sanksi itu berimbas pada berkurangnya pasokan migas mereka, yang biasanya didapatkan dari Rusia.

Mengutip CNN International, Selasa (10/5/2022), larangan impor dari Rusia diproyeksi bakal mengurangi pasokan minyak hingga 2,2 juta barel per hari (bph) dan produk minyak bumi (petroleum) hingga 1,2 juta bph.

Sebenarnya, negara-negara Eropa bisa beralih membeli minyak dari negara Timur Tengah untuk menutupi kekurangan pasokan. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus dipertimbangkan.

 BACA JUGA:Uni Eropa Embargo Minyak Rusia, WTI Dibanderol USD109/Barel

Misalnya, kapasitas produksi, infrastruktur investasi yang belum memadai, potensi konflik dan aliansi potensial serta sanksi-sanksi yang mungkin dijatuhkan.

Tapi, negara-negara Timur Tengah memang memiliki cadangan minyak bumi yang cukup banyak. Sebut saja Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dua negara ini memiliki produksi minyak 2,5 juta bph. Kemudian, Irak yang produksinya 4,34 juta bph dan dapat memompa produksi tambahan 660.000 bph. Kapasitas maksimum produksinya bisa mencapai 5 juta bph.

Namun, Irak memiliki kekurangan infrastruktur untuk meningkatkan produksi dan investasi proyek minyak.

 BACA JUGA:Harga Brent Terus Naik Didukung Sikap Uni Eropa terhadap Minyak Rusia

Ada pula Libya yang produksinya kira-kira 1 juta bph. Namun, produksi minyak di negara ini sering mengalami gangguan politik. Bahkan, Libya pernah kehilangan pasokan 550.000 bph gegara hal ini.

Yang terakhir, Iran. Menurut analis, Iran bisa berkontribusi hingga 1,2 juta bph. Perusahaan data, Kpler, menyebutkan Iran memiliki 100 juta barel minyak dalam penyimpangan terapung per pertengahan Februari.

Artinya, negara ini dapat menambah pasokan minyak 1 juta barel per hari atau 1% dari pasokan global selama 3 bulan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini